oleh

Camat Boleng “Paksa” Kades Tanda Tangan Surat Tanah di Hari Minggu

-Daerah, Mabar, News-1.594 views

RADARNTT, Labuan Bajo – Camat Boleng Bonaventura Abunawan, dikeluhakan Kepala Desa Tanjung Boleng, Hamzah, di Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur lantaran “memaksa” sang Kades untuk menandatangani surat tanah pada hari Minggu, (22/3/2020) atau bukan pada hari dinas.

Menurut Hamzah yang didampingi keluarganya, Bona nama sapaan akrab Camat Boleng mendatangi pondoknya pada hari minggu pagi sekitar pukul 10.00, dan meninggalkan kediaman Kades yang terletak di Kampung Boleng Darat, Desa Tanjung Boleng sekitar pukul 16.00.

“Pak Camat bersama dua orang datang kesini untuk meminta tandatangan surat tanah milik saudara Anton Ali yang sudah sebelumnya ditandatangani oleh Camat Boleng, dan untuk itu meminta saya untuk menanda tangani surat tersebut. Saya pun menolak menandatangani surat tersebut dengan alasan karena hari ini hari minggu bukan hari dinas, dan atas hal tersebut saya ingin berkonsultasi dulu ke pihak BPN,” tutur Hamzah.

Ditambahkan Hamzah, Bona yang tidak memakai baju dinas saat datang ketempat kediamannya mengaku datang sebagai Camat serta sebagai atasannya, dan atas hal itu meminta dirinya sebagai Kades untuk menanda tangani surat tanah tersebut.

Dalam pertemuan tersebut meski ditolak untuk ditandatangani Camat pun sempat menjelaskan kalau dirinya datang juga sebagai ulayat dari Mbehal, dan sempat berucap ke Kades.

“Kalau pak Kades tidak tanda tangan, saya tidak akan pulang,” tutur Hamzah menirukan ucapan Camat, yang terkesan seperti memaksakan.

Surat tanah tersebut diketahui lokasinya berada di Menjerite, Desa Tanjug Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, dimana lokasi tanah tersebut tidak jauh dari lokasi pembangunan dermaga niaga atau dermaga peti kemas yang sempat di singgahi Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Labuan Bajo bulan Januari lalu.

Namun ditempat terpisah saat bertemu awak media, Camat Boleng Bonaventura Abunawan mengaku datang bertemu kades untuk menandatangani surat tanah bukan datang sebagai Camat tetapi datang sebagai ulayat mbehal.

“Yang ngomong tadi bukan Camat tapi ulayat. Yang saya bilang tadi pakai baju ulayat, minta tanda tangan surat tanah ke dia. Saya minta dia tanda tangan tapi dia tidak mau ya sudah, kan tidak terjadi tanda tangan,” ujar Camat Boleng, Bonaventura Abunawan kepada wartawan saat bertemu sehabis pulang dari kediaman Hamzah, Kades Tanjung Boleng.

Untuk saat ini diketahui Bonaventura Abunawan sebagai Camat Boleng sedang dalam proses hukum terkait kasus dokumen palsu yang saat ini ditangani Polda NTT, dan dalam proses hukumnya Bona menguasakan kasusnya tersebut kepada Antonius Ali sebagai pengacaranya. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan