oleh

Cristin Carvallo dan Salesius Medi Akhirnya Damai Juga

-Daerah, Matim, News-1.060 views

RADARNTT, Borong – Peseteruan Antara Anggota DPRD Kabupaten Manggrai timur (Matim) fraksi PDIP Salesius Medi bersama Perawat Cristin N.Carvallo bermula saat kejadian pada 06/11 /2020 lalu, yakni saling baku adu mulut hingga buat laporan Polisi, dan kini keduanya memilih untuk bermitra yang bermanfaat bagi daerah yakni menempuh jalur damai.

Perdamaian keduaanya berlangsung diruang aula Polres Manggarai Timur, Selasa 08/12/ 2020, diinisiasi dan difasilitasi oleh organisasi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi NTT dan Kabupaten Manggarai Timur. Turut hadir dalam proses perdamaian Asisten 2 Sekda Matim Mikael Jaur, SE. M.Si mewakili Bupati Matim, Yeremias Dupa, Ketua DPRD Matim, dr.Surip Titin Kepala Dinas Kesehatan, Aemilianus Mau, Ketua PPNI NTT, pengurus PPNI Matim, Aleksius Adu,SH, Kuasa hukum Salesius Medi, Antonius Ador, SH, Kuasa hukum, Kristin N. Carvallo.

Dalam proses perdamaian, Ketua PPNI NTT Aemilianus Mau mengatakan telah berinisiatuf untuk hadir untuk memediasi perdamaian persoalan yang dialami oleh Sales Medi dan Kristin Carvallo.

Lanjut Aemilianus, inisiasi ini muncul karena cinta. Sebagai pimpinan organisasi kami melihat hal ini terjadi karena interpersonal relasi atau mis understanding. Kami melihat kedua pihak ini pak Sales Medi dan Kristin Carvallo mungkin saja tidak tepat untuk mendapat pelayanan yang tepat pada situasi yang tepat. Kedua orang ini memiliki posisi yang sangat strategi yang sangat bagus untuk pembangunan kabupaten Manggarai Timur ini dan untuk pelayanan kepada masyarakat luas.

“Kita terus berkomunikasi, berkoordinasi agar persoalan dengan berbagai cara untuk persoalan ini tidak diteruskan tetapi berujung damai. Atas nama Pribadi, Organisasi, Seluruh perawat NTT dan tanah air untuk mengucapkan permohonan maaf, itu semua kami melihat karena cinta. Kepada pihak lain juga yang memiliki cara pandang yang sama dengan kami, kami mengucapkan terima kasih,” Tutur Aemilianus.

Sementara Anggota DPRD Matim, Salesius Medi dalam acara perdamaian itu mengatakan bahwa dirinya menerima permohonan maaf yang dimaksudkan PPNI. “Peristiwa ini sudah diberitakan bahkan saya dibuli. Walaupun itu sangat merugikan pihak saya, keluarga saya dan Partai , dan saya menganggap masalah ini sudah selesai hari ini. Harapan saya agar pelayanan terhadap masyarakat kedepannya yang lebih baik.” Tegas Medi.

Pada tempat yang sama, Cristian Natali Carvallo, perawat UTPD Puskesmas Borong dihadapan para hadirin menyampaikan permohonan maafnya secara pribadi kepada Salesius Medi.

“Secara pribadi saya menyampaikan permohonan maaf kepada bapak Salesius Medi atas apa yang terjadi di Puskesmas Borong pada Jumad 6/11/2020 malam,” tutur Cristin Carvallo.

Ia tidak bermaksud, untuk menghina apalagi merendahkan martabat dari Salesius Medi selaku anggota DPRD Matim. Besar harapan saya kejadian ini tidak akan terulang kembali di masa yang akan datang. Hendaklah kita menjadi mitra yang baik untuk memberikan pelayanan prima kepada seluruh warga masyarakat Manggarai Timur, tandas Kristin.

Selain itu Kristin Carvallo juga berteri makasih kepada semua pihak yang telah dengan caranya sendiri membantunya sejak awal hingga akhir dari persoalan ini.

” Saya ingin mengajak semua pihak untuk melihat sisi positifnya kejadian ini dan tidak menghakimi satu sama lain, untuk tidak memanfaatkan situasi ini untuk memprofokasi pihak manapun. Marilah kita hidup saling mengasihi, dan saling mengampuni satu sama lain,” tuturnya.

Dalam kesempatan proses perdamaian itu, kedua bela pihak sama- sama menandatangani perdamaian dihadapan para hadirin disaksikan oleh para pihak dan saksi saksi.

Dalam surat Kesepakatan, Kedua para pihak telah menyepakati beberapa kesepakatan,antara lain:

1. Bahwa kedua bela pihak mengakui telah terjadi miskomunikasi dan misunderstanding yang terjadi pada hari Jumat, tanggal 6/11 2020 pukul 00.30 dini hari yang terjadi di UPTD Puskesmas Borong.

2. Bahwa atas peristiwa tersebut, bahwa pihak pertama telah telah melaporkan pihak kedua kepada Kepolisian Resort Kabupaten Manggarai timur dengan laporan polisi nomor LP/56/XI/2020/NTT/Matim bertanggal 11 November 2020 dan pihak kedua juga telah melaporkan pihak pertama kepada kepolisian Resort Kabupaten Manggarai timur dengan laporan nomor PL/ 59/XI/2020/NTT/Matim bertanggal 19 November 2020.

3. Bahwa setelah melalui berbagai upaya dan perundingan, akhirnya kedua pihak sepakat mengakhiri miskomunikasi dan misunderstanding ini dengan jalan damai.

4. Bahwa melalui kesepakatan ini kedua belapihak bersedia menandatangani surat kesepakatan perdamaian.

5. Bahkan kedua belapihak bersedia mencabut laporan polisi masing masing satu sama lain tidak akan melakukan tuntutan hukum baik secara pidana maupun secara perdata.

6. Bahwa melalui kesepakatan ini para pihak menjamin kebebasan dan kemerdekaan para pihak untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab pekerjaan masing masing untuk itu status pihak kedua sebagai perawat pada UPTD Puskesmas Borong dapat dipulihkan kembali.

Bahwa kesepakatan ini menjadi Lex specialis yang mengikat kedua bela pihak serta para saksi yang mengetahui dan menyetujui kesepakatan ini.

Kesepakatan ini disaksikan oleh Drs.Marselinus Sarimin, ketua DPC PDI-P, Aleksius Adu,SH, kuasa hukum Sales Medi, dr. Surip Titin, Kepala Dinas Kesehatan Matim, Aemilianus Mau, S.Kep, Ns.M.Kep, ketua DPW PPNI NTT, dan Antonius Ador, SH kuasa hukum Cristin N.Carvallo.

Sebagai Insan yang berbudaya, Yos Kapang, mewakili PPNI NTT dan Manggrai Timur dan Dinas Kesehatan kabupaten Manggarai Timur dengan tradisi adat Tuak Kepok menyampaikan permohonan maafnya kepada Sales Sedi, Keluarga, lembaga Dewan dan Kepada Partai PDI-P.

Seusai perdamaian, dr.Surip Titin Kepala Dinas Kesehatan Matim kepada media menyampaikan kesediaan nya untuk mengevaluasi dan memperbaiki pelayanan kepada masyarakat Matim.

” Kita siap membenahi pelayanan dan mengeveluasi kinerja Puskesmas untuk melayani masyarakat. untuk itu, Kami juga butuh dukungan masyarakat Manggarai Timur,” tutur Surip.

Berkaitan Keberadaan Kristin Carvallo, ia mengatakan bahwa akan mengikuti kesepakatan bersama. Jadi Kristin tetap bekerja di puskesmas Borong.

Dipenghujung acara perdamaian, kuasa hukum kedua klien Aleks Adu, SH dan Antonius Ador,SH menyampaikan terima kasih kepada pihak Polres Matim yang telah memberi ruang untuk proses perdamaian.(GN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan