oleh

Delapan Karsa dan Bless Voice Serahkan APD ke RSB Titus Uly Kota Kupang

RADARNTT, Kupang – Komunitas Delapan Karsa dan Bless Voice terus bergerak dan kembali hadir di tengah situasi tak menentu antara abnormal dan ‘new normal’ akibat pandemi Covid-19 untuk memberikan dukungan moral kepada tenaga medis dalam menjalankan tugas pelayanan kemanusiaan.

Salah satu wujud dukungan yang terus diberikan adalah menyalurkan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis, “Hari ini kami kembali hadir dan membagi APD kepada tenaga medis di RS Bayangkara Titus Uly Kota Kupang dan beberapa fasilitas pelayanan kesehatan di Rote Ndao,” kata Personil Bless Voice dan Anggota Komunitas Delapan Karsa Roby Dami, Kamis (4/6/2020) petang usai menyerahkan APD ke RSB Titus Uly Kota Kupang.

Roby menjelaskan, APD berupa baju Hazmat 250 pc, Masker bedah 500 buah, dan Masker kn95 150 buah diserahkan ke manajemen RSB Titus Uly Kota Kupang.

Sedangkan untuk Rote Ndao, kata Roby Dami, Puskesmas Korbafo dan Sotimori masing-masing mendapat 10 pc baju Hazmat, RSUD Ba’a dan Puskesmas Batutua Rote Barat Daya masing-masing mendapat 20 pc. Untuk empat titik di Rote Ndao disalurkan melalui pak Jemsis Fiah dan sudah diterima hari ini.

APD yang dibagikan itu diperoleh dari Persatuan Masyarakat Kristen Indonesia Timur (PMKIT) yang bermarkas di Makassar-Sulawesi Selatan dan Gereja CLCC Bandung.

“Donasi dari Gereja CLCC Bandung disalurkan oleh PMKIT, Delapan Karsa dan Bless voice,” imbuh Roby Dami.

Manajemen Rumah Sakit Bayangkara Titus Uly menyampaikan terima kasih kepada Jemaat Gereja CLCC Bandung, Komunitas Delapan Karsa dan Bless Voice yang sudah berkenan menyalurkan APD untuk mendukung kerja tenaga medis dalam melayani pasien. Karena APD sangat dibutuhkan dalam menangani pasien Covid-19 dan RSB merupakan salah satu Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Kota Kupang.

“Atas nama pimpinan dan seluruh staf RS Bhayangkara Kupang mengucapkan limpah terima kasih atas bantuan dan uluran kasihnya buat RS kami, semoga Tuhan membalas kebaikan seluruh Jemaat dari Gereja CLCC Bandung,” kata dr. Adilhara Alcitamesa Akal, usai menerima APD untuk RSB Titus Uly.

Kepada media ini, dr. Adilhara menjelaskan bahwa kebutuhan APD boleh dibilang belum cukup, karena setiap hari tenaga medis yang langsung melayani pasien menggunakan APD sesuai dengan kebutuhan, untuk APD level 1, 2 atau 3.

Dan saat ini, kata dr. Adilhara, masih banyak yang menyembunyikan informasi tentang sakit, riwayat perjalanan ataupun riwayat kontak dengan pasien Covid-19.

“Sehingga kami pun meningkatkan kewaspadaan kami dengan menggunakan APD lengkap untuk petugas medis yang langsung bersentuhan dengan pasien,” kata Dokter Umum di RSB.

Karena sesuai aturan, lanjut dr. Adilhara, kalau APD seperti coverall, masker, sarung tangan hanya sekali pakai. “Kecuali yang bisa dipakai ulang-ulang seperti face shield, google dan boots kami akan desinfektan dan gunakan lagi. Jadi kalau untuk kebutuhan, RS kami masih kurang,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Delapan Karsa, Aldry Daton Ndolu kepada media ini usai penyerahan APD ke RSB Titus Uly mengatakan, penyaluran ini sebagai tahap ketiga, dan penyaluran akan dilanjutkan ke kabupaten Lembata, Ende, Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara dan Belu.

“Kita terus bergerak untuk memberikan supor bagi tenaga medis yang tak kenal lelah dan selalu setia berada di garis depan menghadapi musuh yang tak kelihatan. Sehingga APD masih sangat dibutuhkan meskipun akan ada situasi baru ke depannya tetapi virus ini belum hilang dan belum ditemukan vaksin maka tenaga medis harus tetap diproteksi sepanjang waktu,” tegas Aldry Ndolu. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan