oleh

Dengan Persuasif, Pemprov NTT Tertibkan Aset Kawasan Besipae

-News-712 views

RADARNTT, Kupang – Pemerintah Provinsi NTT melalui Badan Pendapatan dan Aset Daerah, Dinas Pertanian, Peternakan dan instansi teknis terkait sedang berada di Besipae untuk menertibkan aset pemerintah di lokasi itu melalui pendekatan dialog.

Kepala Badan Aset dan Pendapatan Daerah provinsi NTT,  Zeth Soni Libing, kepada media ini, Rabu (5/8/2020) malam, mengatakan pihaknya sedang berada di Besipae Desa Mio Kecamatan Amanuban Selatan, Timor Tengah Selatan untuk melakukan penertiban aset pemerintah provinsi di kawasan instalasi Besipai.

“Ya kami sedang melakukan penertiban aset di instalasi peternakan Besipae bersama sejumlah instansi teknis terkait dan masyarakat,” kata Zeth Soni Libing via seluler.

Dalam rangka penataan aset, kata Soni Libing, pemerintah melakukan penertiban seluruh aset dan segera dimaksimalkan pemanfaatannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Termasuk di kawasan Instalasi Besipae, saat penertiban, pemerintah melibatkan masyarakat yang selama ini menempati lokasi itu, agar terlibat dalam seluruh proses kegiatan pembangunan, lanjut Soni Libing.

Soni menjelaskan, ada 30 lebih kepala keluarga yang menempati lokasi itu sudah didekati secara persuasif dan setuju untuk direlokasi ke lahan kapling yang disediakan pemerintah dan mereka dilibatkan sebagai tenaga kerja dalam pengembangan program peternakan dan pertanian di kawasan itu.

“Selama 10 hari ke depan sejak kemarin Selasa (4/8/2020), kita bersama beberapa instansi teknis terkait terus berada di Besipae untuk melakukan penataan dan penertiban,” terang Soni Libing.

Dia pun menekankan bahwa dalam penataan dan penertiban aset ini, pemerintah menggunakan pendekatan persuasif dengan masyarakat sehingga tidak benar ada tindakan represif kepada warga.

“Kita mengutamakan pendekatan persuasif melalui dialog bersama masyarakat dan sudah disepakati bersama bahwa masyarakat bersedia direlokasi dan dilibatkan dalam program kegiatan yang dikembangkan di kawasan ini,” tutur Soni Libing.

Ketua Komisi II DPRD provinsi NTT, Kasimirus Kolo yang turut hadir di Besipae memenuhi undangan mitra, saat penertiban aset pada Selasa (4/8/2020), kepada media ini mengatakan, Pemerintah melakukan upaya serius membangun kawasan Besipae melibatkan masyarakat.

Ia mengakatan, sesuai penjelasan pemerintah bahwa Gubernur telah perintahkan kepada dinas teknis terkait agar semua program kegiatan di kawasan Besipae harus melibatkan masyarakat sebagai pelaku program.

“Pemerintah memberikan kapling tanah bagi 30 lebih kepala keluarga yang menempati Besipae, dan melibatkan mereka sebagai tenaga kerja dalam program peternakan dan pertanian,” kata Kasimirus Kolo.

Menurutnya, penertiban sudah dilakukan melalui dialog dengan masyarakat dan masyarakat menerima kebijakan yang diambil pemerintah untuk pengembangan kawasan itu.

“Dalam waktu dekat, BPN akan mengukur lahan dan memberikan sertifikat kepada 30 lebih KK yang selama ini menempati kawasan Besipae,” katanya mengutip Kepala BPAD provinsi NTT, Zeth Soni Libing.

Menurut Kasimirus Kolo, pendekatan yang dilakukan pemerintah saat itu sangat soft melalui dialog bersama dan disetujui untuk melakukan relokasi warga ke lokasi yang disiapkan pemerintah dan pemerintah mulai menata semua fasilitas yang ada untuk pengembangan program lamtoro teramba, kelor dan peternakan sapi.

Sebelumnya, masyarakat adat yang menempati lokasi Instalasi Besipae meminta pemerintah provinsi NTT menjelaskan kepada masyarakat tentang status hukum hak pakai atas lahan kawasan Besipae, yang menurut mereka sudah berakhir pada tahun 2012. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan