oleh

Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Harus Serius Bantu Penangkar Benih

RADARNTT, Kupang – Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan harus memberikan perhatian serius kepada para penangkar benih yang punya kontribusi besar bagi petani di setiap musim tanam dan di saat bersamaan turut menyumbang PAD yang besar bagi daerah.

Hal ini ditegaskan Anggota DPRD provinsi NTT dari Fraksi Perindo, Maria Nuban Saku saat RDP Komisi II DPRD NTT bersama mitra Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Kamis (2/7/2020).

Menurut Nuban Saku, para penangkar benih harus mendapat perhatian dan bantuan pemerintah berupa fasilitas dan anggaran untuk meningkatkan produksi benih unggulan daerah, karena benih berkualitas sebagai faktor produksi utama dalam meningkatkan produksi dan produktivitas pangan.

“Kita berbicara ketahanan dan keamanan pangan maka harus memberikan dukungan yang maksimal bagi para pelaku penangkar benih terutama penangkar benih padi dan jagung sebagai bahan pangan utama,” tegas Mantan DPRD Kabupaten Kupang.

Nuban Saku menegaskan, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan harus fokus mengembangkan pertanian mulai dari hulu sampai hilir, terutama memperhatikan aspek input produksi termasuk perbenihan yang berkualitas dan terjangkau oleh petani. Agar benih berkualitas dan tersedia dalam jumlah yang cukup dan tepat waktu sehingga mudah diakses oleh petani saat musim tanam.

“Selain memberikan dukungan fasilitas dan anggaran, Dinas juga berperan aktif dalam melakukan transfer pengetahuan dan teknologi dalam rangka pengembangan penangkaran benih di NTT,” pungkas Nuban Saku.

Guru Besar Institut Pertanian Bogor, Prof. Dr. Ir. Wahju Qamara Mugnisjah, M. Agr. menegaskan bahwa benih merupakan salah satu masukan penting dalam kegiatan budidaya tanaman. Oleh karena itu, program perbenihan dikembangkan di Indonesia mengingat perannya yang penting dalam program pengembangan pertanian pada umumnya. Penggunaan benih yang bermutu merupakan salah satu upaya dalam produksi tanaman.

Penggunaan benih unggul dalam konsep Panca Usahatani dan penggunaan benih unggul bermutu dalam konsep Sapta Usaha Pertanian menunjukkan peran benih tidak dapat diabaikan dalam peningkatan produksi pertanian. “Bahkan, dalam program INSUS Paket D dan SUPRA INSUS, penggunaan benih bersertifikat ditekankan untuk digunakan petani,” tegasnya.

Menurut dia, benih yang bermutu tidak dapat dihasilkan tanpa melaksanakan sistem produksi yang selalu memperhatikan aspek mutu pada setiap mata rantai produksinya. Benih bermutu tinggi dihasilkan melalui proses budidaya ‘pertanaman benih’ (seed crop), pengolahan benih, penyimpanan benih, dan distribusinya yang memperhatikan masalah mutu tersebut.

Dengan mengingat bahwa kualifikasi mutu benih hanya dapat diketahui setelah benih tersebut diuji, Bidang Teknologi Benih (Seed Technology) menjadi sangat berperan dalam proses produksi benih yang bermutu tinggi. “Untuk mencapai hal ini, dukungan dari Ilmu Benih (Seed Science), sangat penting agar teknologi produksi benih bermutu dapat terus berkembang. Dengan demikian, walaupun orientasi teknologi benih adalah petani, kepentingan para produsen, pedagang, dan distributor benih tidak dikesampingkan,” tandasnya. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan