oleh

Eks Seminaris Jadi Kepala Badan Keahlian Setjen DPR RI

-Nasional, News-9.629 views

SUATU siang. Di Pusat Jajan Serba Ada (Pujasera), kantin di belakang Gedung Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Jaraknya dipisah jalan dari arah Gedung Nusantara 1 ke Gedung Nusantara V, belakang DPD RI. Pujasera jadi warung makan langganan para staf anggota DPR/MPR. Kami, para staf Fraksi Balkon DPR (sebutan akrab di kalangan sebagian rekan dari daerah) biasa santap siang di situ. Ini juga sesuai kemampuan isi dompet.

Kantin itu juga kerap disambangi para wakil rakyat dan para pejabat di lingkup Setjen DPR RI. Pun para pejabat atau anggota DPRD yang tengah bertamu di DPR, DPD atau MPR RI. “Saya bayar. Tapi saya pamit duluan. Masih pergi ngajar dulu. Neka rabo, kraeng (maaf, dalam bahasa Manggarai, Flores),” kata kraeng Ino Samsul. “Io….. Terima kasih, kraeng. Hati-hati di jalan,” kata saya menimpali. “Bah, itu laki-laki pejabat di Setjen DPR. De pu penampilan biasa tapi de pu ilmu banyak. Bicara hukum, itu laki-laki macam air mengalir saja. Pintar sampe…..,” ujar Ramos, rekan peneliti dari Papua di Setjen MPR RI, mengakui keahlian Ino Samsul.

Ino tak lain adalah Dr Inosentius Samsul, SH, M. Hum. Ino adalah mantan frater SMA Seminari Pius XII Kisol, Manggarai, Flores Barat, Nusa Tenggara Timur. Saya mengenal Ino Samsul, sejak membantu rekan Diaz Gwijangge, anggota DPR Daerah Pemilihan Papua periode 2009-2014. Perjumpaan sebagai sesama warga asal NTT di Senayan berlanjut pada periode 2014-2019 saat saya ikut mendampingi Viktor Bungtilu Laiskodat di DPR pada periode 2014-2018. Kemudian membantu Irjen Pol (Purn) Drs Y Jacki Uly, MH, anggota DPR (PAW) pengganti Viktor setelah terpilih jadi Gubernur Nusa Tenggara Timur. “Pak Haji Ali Taher Perasong dan Pak Haji Sulaeman Hamzah hebat. Pak Haji Ali terpilih dari Banten. Sedang Pak Haji Sulaeman terpilih dari Papua,” kata Ino. Pak Ali Taher Perasong adalah anggota DPR dari Partai Amanat Nasional Dapil Banten. Sedangkan Pak Haji Sulaeman adalah anggota DPR RI Partai NasDem Dapil Papua.

Kraeng Ino sudah lama saya kenal. Begitu juga kraeng Agustinus Dawarja SH, MH, eks Seminari Kisol dan seorang advokat spesialis bursa asal Manggarai. Juga kraeng Boni Hargens, alumni Seminari Kisol dan Doktor Filsafat di Bidang Kebijakan Publik dan Administrasi lulusan Universitas Walden, Minneapolis, Amerika Serikat. Tahun 2007, ketiganya pernah diundang Pastor Mikael Peruhe Unarajan OFM, Ketua Justice Peace of Integrity for Creation (JPIC) OFM Indonesia untuk berdiskusi soal pembangunan Lembata. (Pastor Mike Peruhe Unarajan OFM saat ini jadi Provinsial OFM Indonesia). Di dalam kompleks Tanah Tinggi, saya menyimak baik ilmu dan pengalaman akademik mereka. Tak terkecuali Pastor Dr Peter C Aman OFM dan Pastor Paskalis Bruno Syukur OFM, Provinsial OFM Indonesia (kini Pastor Bruno Syukur jadi Uskup Bogor).

Rabu, 14 Oktober 2020, kraeng Agustinus Dawarja menulis sebagai berikut. “Selamat atas pelantikan dan penyumpahan sebagai Kepala Badan Keahlian Setjen DPR untuk kae Dr Sensi Samsul, SH, M.Hum.” Setelah tahu kraeng Ino dilantik saya menyampaikan selamat atas tugas baru kraeng Ino. “Selamat atas tugas baru sebagai Kepala Badan Keahlian Setjen DPR RI, kraeng. Mori sembeng,” kata saya kepada kraeng Ino, eks seminaris Kisol ini.

Badan Keahlian

Dalam Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2015 disebutkan, tugas Badan Keahlian yaitu mendukung kelancaran pelaksanaan wewenang dan tugas DPR RI di bidang keahlian. Badan Keahlian terdiri atas Bagian Tata Usaha dan Kelompok Jabatan Fungsional. Menurut Perpres ini, Sekretaris Jenderal, Kepala Badan Keahlian, Deputi dan Inspektur Utama merupakan jabatan struktural eselon I.a atau Jabatan Pimpinan Tinggi Madya. Sementara Kepala Biro, Kepala Pusat, dan Inspektur merupakan jabatan struktural eselon II.a atau Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.

Adapun Kepala Badan dan Kepala Bidang merupakan jabatan struktural eselon III.a atau Jabatan Adminstrator, dan Kepala Unit Pelaksana Teknis merupakan jabatan struktural paling tinggi eselon III.a atau Jabatan Administrator. Sementara Kepala Subbidang dan Subbagian merupajan jabatan struktural eselon IV.a atau Jabatan Pengawas. Sekretaris Jenderal diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Pimpinan DPR-RI, Kepala Badan Keahlian, Inspektur Utama, dan Deputi diangkat dan diberhentikan oleh Presiden sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan (Bunyi Pasal 41 Ayat 1 dan 2 Perpres).

Perpres ini juga menegaskan, di lingkungan Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian dapat diangkat pejabat fungsional sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Adapun jumlah unit organisadi di lingkungan Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian disusun berdasarkan analisis organisasi dan beban kerja.Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan (Bunyi Pasal 51 Perpres Nomor 27 tahun 2015 yang telah diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly, pada 3 Maret 2015).

Ino Samsul dinyakan lulus sesuai Hasil Seleksi Tahap Akhir Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi di Lingkup Setjen DPR RI bersama dua rekannya, Suprajaka dan Lasro Simbolon. Pengumuman hasil seleksi itu diumumkan Ketua Panitia Seleksi Setjen DPR Dr Damayanti M.Si pada 15 Mei 2020. Hasil perangkingan menempatkan Ino di urutan pertama sehingga eks seminaris itu didapuk jadi Kepala Badan Keahlian Setjen DPR RI dan pada Rabu, 14 Oktober 2020, ia dilantik untuk tugas baru itu. Selamat bertugas, kraeng tua. Semoga tugas baru itu menjadi media kerasulan bagi bangsa dan negara. Mori sembeng. Malam bae.

Oleh: Ansel Deri

Komentar

Jangan Lewatkan