oleh

Gandeng PSI dan STC, DP3A Siapkan Forum Anak Sumba Barat

-News-219 views

RADARNTT, Waikabubak – Perkumpulan Stimulant Institute (PSI) dan Save The Children (STC) bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) menginisiasi  Pembentukan Forum Anak Tingkat Kabupaten Sumba Barat melalui rapat koordinasi lintas sektor yang melibatkan tujuh perangkat daerah terkait (DP3A, DP2KB, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, DKIPS, Bappeda, Dinkes) serta TP.PKK Kabupaten Sumba Barat, bertempat di Ruang Rapat Bappeda Kabupaten Sumba Barat, Selasa, (27/10/2020).

Program Coordinator PSI, Jefrianus Soni Rouki, saat membuka rapat koordinasi, menyampaikan hasil yang ingin dicapai dari pelaksanaan rapat koordinasi awal ini adalah adanya pemahaman yang sama dari stakeholder terkait dan mitra tentang tujuan pembentukan Forum Anak, mengetahui teknis pelaksanaan pembentukan Forum Anak serta adanya kesepakatan dan komitmen baik dari stakeholder terkait maupun  mitra dalam mendukung pembentukan Forum Anak tingkat Kabupaten.

Rapat dengan narasumber tunggal Kepala Dinas P3A, Djemi Octavianus Dima, memberikan gambaran awal kedudukan anak, merujuk pada beberapa kitab suci dan pandangan tokoh dunia terhadap anak yang diberi tajuk slide  “Apa Kata Sorga Dan Dunia Tentang Anak”, cukup menarik konsentrasi peserta rapat dalam memahami pentingnya perlindungan terhadap anak.

Lebih lanjut Kepala DP3A memberikan penjelasan terkait mekanisme pembentukan Forum Anak serta memberikan gambaran perlunya kolaborasi dari stakeholder terkait dalam pengembangan Forum Anak nantinya.

Djemi Dima menjelaskan bahwa sesungguhnya Forum Anak merupakan isu besar bahkan isu international, dan telah banyak regulasi  yang dihasilkan untuk mendukung perlindungan anak khususnya di Indonesia. Untuk melaksanakan semua regulasi tersebut sangat dibutuhkan keikutsertaan  berbagai sektor dan elemen terkait  lainnya dalam gawean besar ini.

“Rapat koordinasi ini diharapkan dapat menjadi momentum yang tepat untuk membangun koordinasi bersama dengan semua sektor dan elemen terkait agar bisa bersinergi dan dapat memberikan kontribusi yang baik dalam pelaksanaan perlindungan anak terutama di aspek pemenuhan hak berpartisipasi bagi anak,” tegasnya.

Djemi Dima memandang bahwa dalam perlindungan anak, pemenuhan hak partisipasi ini harus menjadi garda depan, sebab berdasarkan kenyataan dilapangan, dari semua aspek layanan terhadap hak anak, hak berpatisipasi ini dirasa hampir tidak pernah diberikan kepada anak, terutama hak berpartisipasi dalam perencanaan pembangunan.

“DP3A menargetkan pada tahun 2021, Forum Anak Kabupaten Sumba Barat harus sudah terbentuk dan kehadiran Stimulant Institute dan Save The Children sangat dibutuhkan dalam dukungan program maupun dari segi pembiayaannya. Karena sangat disadari sebagus apapun perencanaan program kegiatan, tanpa adanya dukungan pembiayaan yang memadai, maka kegiatan tersebut tidak akan berjalan dengan lancar,” ungkap Djemi Dima.

Demikian pula terhadap tujuh Perangkat Daerah yang hadir saat ini, sangat diharapkan dapat memberikan kontribusi sesuai ruang lingkup tugas dan fungsinya masing-masing dalam pengembangan Forum Anak nantinya, bahkan Djemi berharap bisa menggandeng Perangkat Daerah lain yang memiliki keterkaitan fungsi dengan pengembangan Forum Anak, seperti Balitbang yang bisa memberikan wawasan terhadap anak dalam penelitian sederhana, dan lain sebagainya.

“Berkaitan dengan Kota Layak Anak (KLA) terdapat 5 klaster dan salah satu indikator dari klaster tersebut adalah Forum Anak. Pemenuhan klaster ini sangat membutuhkan peran aktif Perangkat Daerah lain dan masih banyak hal yang harus dibenahi untuk Kabupaten Sumba Barat untuk mendapatkan predikat KLA,” kata Djemi Dima.

Diakhir penjelasannya, Djemi Dima menyampaikan harapan, kiranya Forum Anak yang akan dibentuk bisa menjadi momentum paling berharga terbaik, dimana kelima klaster dapat dilaksanakan secara Holistik terintegratif (FA-HI). (RED.AR-DKIPS/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan