oleh

Golkar Usung Edi-Weng di Pilkada Manggarai Barat

-News-1.997 views

RADARNTT, Jakarta – Partai Golkar memutuskan mengusung pasangan calon Edistasius Endi dan Yulianus Weng (Edi – Weng) sebagai bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat periode 2020-2025.

Bergabungnya Partai Golkar menambah energi baru bagi pasangan calon Edi – Weng dalam menatap kemenangan di 9 Desember 2020 mendatang.

Keputusan DPP Partai Golkar ditetapkan di penghujung bulan kemerdekaan, Minggu, 30 Agustus 2020. Surat Keputusan diserahkan oleh Ketua Pemenangan Wilayah Bali, NTB dan NTT, Gede Sumarjaya Linggih kepada pasangan calon Edi – Weng di Jakarta.

Meski agak terlambat, Golkar akhirnya memastikan dukungannya mengusung paket Edistasius Endi – Yulianus Weng atau Edi – Weng dalam pertarungan Pilkada di Manggarai Barat, 9 Desember 2020. Kepastian itu ditandai penyerahan SK dukungan disertai kelengkapan formulir B1 KWK di DPP Partai Golkar di Jakarta, Minggu, (30/8/2020).

Khusus blanko formulir B1 KWK diserahkan oleh Ketua Pemenangan Wilayah Bali, NTB dan NTT, Gede Sumarjaya Linggih alias Demer kepada Edi – Weng, Minggu malam. Sumarjaya antara lain didampingi oleh Wakil Sekjen Herman Hayon dan Ketua DPD 1 Golkar NTT, Melki Laka Lena.

Selain untuk Edi – Weng, blanko B1 KWK juga diserahkan kepada seluruh paket pilkada kabupaten/kota Wilayah Bali (6 kabupate/kota) dan NTT (9 kabupaten termasuk Manggarai Barat).

Edi – Weng menang

Mengutip catatan tim pilkada DPP Partai Golkar, Melki Laka Lena optimis paket Edi – Weng bakal memenangi pertarungan pilkada Manggarai Barat. Rujukannya dari gambaran survei dengan margin of error 4,9 perden terhadap paket Maria Geong – Sil Syukur atau Misi.

“Diakui paket Edi – Weng memang pada posisi kedua setelah Misi. Namun jika dicermati, elektabilitas keduanya sebebarnya bersaing ketat bahkan imbang karena masuk dalam range plus minus 4,9 persen,” kata Melki Laka Lena.

Lalu masuknya Golkar mendukung Edi – Weng membuat peta paslon berubah karena ada tambahan dukungan yang signifikan baik dari faktor parpol maupun calon asal Golkar yang sudah berproses beberapa waktu ini.

“Peluang Edi Endi dan dokter Weng membesar dengan potensi angka tambahan dari dukungan dan tim Mateus Hamsi plus Blasius Jeramun ditambah lagi bergeraknya mesin Golkar di Mabar, NTT sampai pusat. Kendala soal hukum Edi Endi bisa diperdebatkan karena pro kontra dengan berbagai dasar aturan hukum. Tinggal kita jaga aspek politiknya agar KPUD dan Bawaslu tidak kerjain,” kata Melki Laka Lena.

Ia kembali menegaskan, “walau berliku dan agak telat tapi putusan ke Edi Endi dan dokter Weng sudah yang paling baik dalam sikon dan dinamika saat di Mabar, NTT dan Jakarta,” tambah Melki Laka Lena. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan