oleh

Guru Agama Katolik Harus Kreatif Ciptakan Suasana Belajar Lebih Menarik

-News-271 views

RADARNTT, Soe – Guru Agama Katolik harus lebih kreatif menciptakan suasana belajar agar lebih menarik minat peserta didik dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Demikian kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Timor Tengah Selatan (TTS), Agus Nggiku saat membuka Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Katolik (PAK) di Aula Haumeni Kantor Kemenag TTS, Jumat, (28/8/2020). Musyawarah diselenggarakan Kemenag TTS melalui Seksi Bimas Katolik.

Dalam arahannya ketika membuka kegiatan, terlebih dahulu menegaskan mengenai protokol kesehatan karena kebiasaan hidup baru yakni menggunakan masker, cuci tangan dan sebelum memasuki aula tempat kegiatan, dilakukan pengecekkan suhu badan.

Ia memghimbau para guru agama katolik agar lebih kreatif dan menciptakan suasana belajar yang lebih menarik minat peserta didik untuk mengikuti proses belajar mengajar.

“Saya berharap guru agama katolik di sekolah cara mengajar diatur secara baik agar menarik minat peserta didik,” tegasnya.

Selain itu, Ia menyampaikan terima kasih sekali lagi kepada seksi bimas katolik yang menyelenggarakan kegiatan ini, artinya pemerintah memberi perhatian sungguh-sungguh bagi peningkatan SDM guru.

Oleh karena itu, lanjut Agus Nggiku, diharapkan peserta mengikuti dengan serius. Kita fokuskan diri untuk berada sama-sama disini. Untuk MGMP yang terlaksana hari ini berbicara mengenai penyusunan rencana program pembelajaran (RPP).

Sedangkan Kelompok Kerja Guru (KKG) yang telah melaksanakan kegiatannya beberapa hari yang lalu berbicara mengenai cara penulisan karya ilmiah karena bagi guru karya ilmiah merupakan hal yang penting karena guru-guru yang mau naik pangkat dituntut menulis karya ilmiah.

“Untuk menulis karya harus membaca dan mendengar serta tahu masalahnya karena tanpa membaca bisa menjadi plagiator,” tegasnya.

Ia mengumpamakan seperti gadis yang bodoh dan yang bijaksana dalam firman yakni bahwa gadis yang bodoh tidak ada persiapan sedangkan yang bijaksana ada persiapan maka guru juga harus ada persiapan sebelum mengajar yakni menyusun RPP.

“Saya sangat mengharapkan agar mengikuti kegiatan ini dengan parhatian penuh karena apa yang disampaikan guru kepada peserta didik adalah kualitas guru itu maka harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” tegas Agus Nggiku.

“Akhirnya saya menghimbau agar wadah MGMP Santu Paulus ( tingkat SMP) dan Santu Donatus (tingkat SMA) terus dihidupkan, perlu ada swadaya dari guru setiap bulan jangan hanya menunggu ada dana dari kementerian baru adakan kegiatan,” tutupnya.

Sementara Ketua Panitia Kegiatan, Yosefina Kelen, saat dikonfirmasi media ini mengatakan, kegiatan ini mengusung tema DENGAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN YANG BERKUALITAS MELALUI PENYUSUNAN RPP PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI DALAM WADAH MGMP-PAK KITA WUJUDKAN UMAT RUKUN, INDONESIA MAJU.

Maksud kegiatan adalah untuk mempertemukan para guru agama katolik tingkat SMP dan SMA agar saling sharing pengalaman proses KBM yang telah dilaksanakan selama ini sekaligus menimba dan membagi pengalaman diantara sesama guru pendidikan agama katolik akan apa yang selama ini dilakukan terutama berkaitan dengan penyusunan RPP.

Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kualitas pengetahuan, pemahaman dan kesadaran guru pendidikan agama katolik akan pentingnya penyusunan RPP, dengan dasar hukum, Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang otonomi pendidikan.

“Yang menjadi nara sumber kegiatan adalah Agus Nggiku, S.Pd.MM, Cyrilus Don Ferdinand Rh, S.Sos. M.Si dan Andreas Bria Nahak, S.Ag,” jelas Oma sapaan akrab Yosefina Kelen.

Sedangkan Gaspar Pada, salah satu peserta kegiatan mengungkapkan kegembiraannya mengikuti kegiatan ini karena bisa memperoleh hal baru dari nara sumber yang berkompeten dibidangnya. Kegiatan ini berlangsung dua hari,  Jumat-Sabtu (28–29 Agustus 2020). (AB/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan