oleh

Guru dan Komite Layangkan Mosi Tidak Percaya, Kepala SMAN 1 Wera Minta Dicopot

RADARNTT, Woha – Sebanyak 39 guru SMA Negeri 1 Wera mengirim surat mosi tidak percaya kepada Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terkait kepemimpinan Kepala Sekolah, Hj. Siti Rohani, S.Pd. yang bersifat arogan, sewenang-wenang dan kasar pada bawahan.

Menurut para guru, dia (Siti Rohani) tidak layak memimpin sekolah yang terakreditasi A, beralamat di Kelurahan Tawali, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima itu, karena kelakuannya yang arogan dan sewenang-wenang terhadap guru baik guru status negeri maupun honor.

Di samping guru-guru yang membuat pernyataan mosi tidak percaya kepada kepala sekolah, Ketua Komite Sekolah bersama anggotanya juga ikut memberikan mosi tidak percaya kepada kepala sekolah yang dinilai arogan dan sewenang-wenang dalam kepemimpinannya.

“Sekolah SMA Negeri 1 Wera kayak milik pribadi oleh kepala sekolah, kami harap kepada gubernur dan dinas Dikpora Nusa Tenggara Barat merespon surat kami supaya kepala sekolah SMA Negeri 1 dilengserkan dari jabatannya,” ungkap salah satu guru yang tidak mau disebutkan identitasnya.

Seorang guru Julfikar, S.Pd. kepada media ini, Selasa  (28/1/2020) menyampaikan harapannya agar kondisi di sekolah SMA Negeri 1 Wera aman-aman saja tidak ada yang bertindak arogan dan sewenang-wenang. “Seperti kepala sekolah, contoh arogansi yang dilakukannya dengan perbuatan maupun tutur kata seperti memarahi guru dan murid pada saat upacara yang tidak lazim dilakukan oleh kepala sekolah kepada bawahannya,” kata Julfikar.

Seorang siswa SMA Negeri 1 Wera yang tidak mau disebutkan namanya saat dikonfirmasi terpisah mengatakan, “Kami juga sebagai anak sekolah sering dimarahin oleh kepala sekolah karena hal hal sepele, maka kami juga sebagai siswa meminta kepada Dikpora NTB agar ibu kepala sekolah Hj. Siti Rohani dicopot dari jabatan sebagai kepala sekolah,” pintanya.

Kepala Sekolah Hj. Siti Rohani yang ditemui di ruang kerjanya, Rabu (28/1/2020) mengatakan, “Saya no comment terhadap surat tersebut tapi itulah hak mereka tapi saya tidak merasa bersalah kepada guru dan bawahan saya,” tegasnya.

Namun, lanjut dia, kemarin saya sudah memanggil guru yang memberikan tanda tangan surat mosi tidak percaya kepada saya sebagai kepala sekolah, dan kata guru itu “Saya tidak tahu tentang surat mosi tidak percaya tersebut tapi pada saat tanda tangan kami membaca dulu surat tersebut tidak ada isinya seperti tertulis mosi tidak percaya surat tersebut redaksinya lain,” kata sang kepala sekolah mengulangi.

Menurut dia, sikap mosi tidak percaya itu merupakan hak mereka. Berangkat dari surat tersebut sudah ada jawaban, kata Siti Rohani, karena Kantor Cabang Dinas Dikpora khusus SMA sudah datang ke sekolah untuk mendengarkan klarifikasi dari guru yang bersangkutan. “Untuk hasil klarifikasi saya belum tahu kejelasannya sampai dengan hari ini,” imbuh Kepala Sekolah.

Terkait kepemimpinannya sebagai Kepala SMA Negeri 1 Wera, baginya biasa saja ada pro kontra dalam sebuah organisasi, “Dalam rumah tangga aja biasa ada pro kontra apa lagi memimpin organisasi besar di sini ada guru ada anak sekolah ratusan,” ujar Siti Rohani. (TIM/RN)

Komentar