oleh

Hari Ini Moda Transportasi Dibuka untuk Kepentingan Khusus 

-News-473 views

RADARNTT, Jakarta – Untuk mencegah penyebaran penularan corona virus disease (Covid-19) di Indonesai, berbagai upaya dilakukan pemerintah termasuk melakukan pembatasan moda transportasi darat, laut dan udara.

Pembatasan operasional moda transportasi semula diputuskan akan diberlakukan sampai akhir bulan Mei 2020, namun atas pertimbangan kondisi khusus di masa Ramadhan dan jelang Idul Fitri maka Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengambil langkah membuka kembali dan beroperasinya moda transportasi untuk kepentingan khusus.

Dilansir tempo.co, Menhub Budi Karya menjelaskan, penumpang yang dibolehkan menggunakan layanan transportasi adalah orang dengan keperluan bisnis yang esensial atau kepentingan mendesak. Rinciannya, penumpang merupakan pegawai yang bekerja di bidang pelayanan pertahanan, keamanan, ketertiban umum, kesehatan, kebutuhan dasar, fungsi ekonomi, dan percepatan penanganan Covid-19.

Kemudian, pelonggaran ditujukan untuk penumpang yang membutuhkan penanganan medis; penumpang dengan kepentingan mendesak, misalnya ada keluarga yang meninggal; dan pemulangan PMI, WNI, dan pelajar dari luar negeri yang akan pulang ke daerah asal. Budi Karya menerangkan, kebijakan ini akan diatur dalam beleid turunan dari peraturan sebelumnya, yakni Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020.

Surat edaran Gugus Tugas nomor 4 tahun 2020 merupakan penjelasan teknis Peraturan Menteri Perhubungan nomor 25/2020 tentang pengendalian transportasi selama musim mudik idul fitri 1441 Hijriah dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.

Dalam surat edaran tersebut terdapat pengecualian pembatasan perjalanan, diantaranya orang-orang yang bekerja pada lembaga pemerintah atau swasta yang menyelenggarakan kegiatan.

Seperti pelayanan percepatan penanganan Covid-19,  pelayanan pertahanan, keamanan, dan ketertiban umum, pelayanan kesehatan , pelayanan kebutuhan dasar, pelayanan pendukung layanan dasar,  dan pelayanan fungsi ekonomi penting.

Dosen FISIP Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Urbanus Ola Hurek menegaskan bahwa apa pun jenis izinnya, jangan menjadi angkutan mudik terselubung. Dan semoga tidak disalah gunakan izinnya untuk mengankut warga negara China sebagai tenaga kerja asing (TKA), yang akan tiba di tanah air dalam pekan ini, seperti dilansir kompas.com.

“Saya baru baca Kumparan.com ada penjelasan Menhub tentang penerbangan dengan izin khusus. Apa pun jens izinnya, jangan menjadi angkutan mudik terselubung.  Dan semoga tidak disalah gunakan izinnya untuk mengankut WN China sebagai TKA,” tegas Ola Hurek.

Terkait rencana Pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan menyewa atau carter pesawat untuk menjemput sampel swab di daerah Kabupaten, Ole Hurek mengatakan hal ini boleh saja dilakukan untuk mempercepat hasil tes swab. Dengan demikian, lanjutnya, dilakukan eskalasi penyebaran Corona Virus. Namun tidak kalah penting adalah melakukan upaya pencegahan melalui edukasi, sosialisasi serta pengadaan APD.

“Hampir semua Kabupaten dan Kota pun sudah mengalokasikan APBD maka bisa dilakukan share dana untuk itu,” tuturnya.

Sehubungan dengan dibuka kembalinya operasional moda transportasi oleh Menhub hari ini, Ola Hurek menilai dari perspektif tertentu bisa dikatakan pemborosan dan inefisien. “Kalau saja besok moda transportasi kembali terbang, maka perlu dikaji lebih saksama. Namun demi mempercepat dan mempersempit wilayah penularan, terutama pencegahan maka carter pesawat pun diperlukan,” tegasnya. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan