oleh

Irma Chaniago Minta Presiden Drop Beberapa Pasal Omnibus Law Ciptaker

-Nasional, News-1.045 views

RADARNTT, Jakarta – Ketua DPP Gerakan Massa Buruh (Gemuruh) Partai NasDem, Irma Suryani Chaniago meminta Presiden Jokowi untuk menghapus sejumlah pasal RUU Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) sebelum ditetapkan menjadi Undang-undang.

Hal ini diberitakan lewat sepucuk surat tertulis pada Jumat, 13 Maret 2020, di Menteng-Jakarta Pusat.

“Kita mendukung penuh RUU Omnibus Law Ciptaker, namun sebelum disahkan RUU menjadi Undang-undang, ada beberapa pasal yang perlu didrop,” tegas Chaniago.

Pro dan kontra datang dari berbagai macam elemen. Yang kontra meminta Omnibus Law dihapuskan. Namun, Ketua Gemuruh Partai NasDem ini tetap mendukung pengesahan Omnibus Law tersebut.

Menurut Irma, terlepas dari beberapa pasal yang akan didrop, Omnibus Law sangatlah penting bagi kesejahteraan Buruh Indonesia.

Dalam isi surat tersebut, ini poin-poin yang diusulkan Irma untuk segera didrop, yaitu:

  1. Perluasan sektor pekerjaan yang dapat dioutsourcing.
  2. Mempermudah masuknya Tenaga Kerja Asing, sementara bunyi Undang-undang ini adalah Cipta Kerja (kontra produktif).
  3. Dalam pelaksanaan PHK sepihak, buruh tidak mendapatkan hak pembelaan diri dengan mengajukan perselisihannya ke PHI.
  4. Menghilangkan hak-hak dasar seperti cuti haid, menikah dan cuti hamil, perusahaan tidak diwajibkan membayar upah mereka atau dapat memotong upah mereka.

“Berdasarkan poin-poin di atas, kami Gerakan Massa Buruh (Gemuruh) NasDem menyatakan mendukung penuh RUU Omnibus Law Cipta Kerja untuk menjadi Undang-undang. Namun, ada beberapa poin yang harus diperbaiki dan didrop, terutama poin di atas,” tegas Irma.

Ia juga meminta kepada Presiden cq Kemenaker untuk menjelaskan secara rinci alasan RUU ini disahkan menjadi Undang-undang kepada publik.

“Sebaiknya pemerintah cq Kemenaker RI menjelaskan secara rinci kepada publik
terkait poin-poin krusial dan kenapa RUU ini harus segera disahkan, terutama soal kewajiban pemerintah untuk mensejahterakan rakyat melalui penciptaan lapangan kerja,” jelas Irma kepada Presiden RI. (FM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan