oleh

Kasus Covid-19 di Sumba Timur, Sudah Kategori Klaster Keluarga?

-News-890 views

RADARNTT, Waingapu – Penambahan satu kasus positif Covid-19 di Waingapu yakni suami dari pasien Muji Rahayu yang meninggal dunia Jumat, (11/9/2020), sehingga kasus Covid-19 di kabupaten Sumba Timur merupakan klaster keluarga.

Dimana terjadi saling menularkan virus korona ke anggota keluarga dalam satu rumah. Berikut kronologi kasus yang menimpa satu keluarga di Waingapu Sumba Timur.

Terdapat lima orang anggota keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, anak, anak mantu dan cucu melakukan perjalanan dari zona hitam Surabaya ke Waingapu Sumba Timur pada 20 Agustus 2020, diketahui mereka punya usaha meubel di Waingapu.

Salah satu anggota keluarga, yakni ibu Muji Rahayu mulai mengalami keluhan sakit sesak napas dan batuk pilek ketika di Waingapu, dia dirawat di Rumah Sakit Kristen Lindimara selama lima hari sejak 25 Agustus 2020. Karena kondisi semakin kritis sehingga direkomendasikan untuk dilakukan swab.

Pada 30 Agustus 2020 dia diperiksa swab di RSUD Umbu Rara Meha dan hasilnya positif Covid-19. Sehingga seluruh anggota keluarganya juga diswab hasilnya empat anggota keluarganya juga terkonfirmasi positif.

Selain menderita Covid-19 pasien juga memiliki penyakit bawaan, sehingga ketika dirawat di RSUD Umbu Rara Meha sudah dalam kondisi yang cukup kritis.

Saat dirawat di RSUD Umbu Rara Meha kondisi pasien semakin kritis dan akhirnya meninggal dunia pada Jumat, (11/9/2020) sekira pukul 16:30 dan langsung dimakamkan secara protokol Covid-19.

Sementara, empat anggota keluarganya sedang dikarantina dan dalam penanganan intensif oleh tenaga medis.

Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur sudah mencapai 19 kasus dengan rincian, 12 orang dinyatakan sembuh, 5 orang masih diisolasi dan 2 orang meninggal dunia.

Pakar epidemiologi dari Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman, menyebut klaster keluarga bisa berkontribusi hingga 85% terhadap peningkatan kasus positif Covid-19 di suatu negara jika tidak ada langkah cepat untuk mengatasi.

“Salah satu cara mencegah penyebaran di klaster keluarga dengan meningkatkan pengetesan serta pelacakan di tingkat RT/RW dan menempatkan seluruh pasien isolasi mandiri ke satu lokasi tertentu,” kata Dikcy, melansir BBC news. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan