oleh

Kegembiraan Besar, Forum Timor Besar Lais Manekat NTT-Jabar Diaktakan

RADARNTT, Bandung – Suatu kegembiraan besar meliputi segenap Pengurus dan Anggota Forum Timor Besar Lais Manekat (FTBLM) Nusa Tenggara Timur (NTT) di Jawa Barat (Jabar). Pasalnya? Pada Senin 9 November 2020, pukul 11. 00 hingga 13.00 WIB, bertempat di Kantor Notaris, Cahya Ningsih Tedjawisastra SH. M.Kn di Bandung, Jawa Barat berlangsung penandatangan Akta Notaris  FTBLM NTT – Jabar oleh Para Pendiri/ Pembina, Kolonel (Kav) Ir. Benyamin Aninfeto MT., MDM dan Ibu Maria Magdalena Suhesti Aninfeto, Ketua FTBLM, Yesaya Uas, Wakil Ketua  John Nubatonis, Sekertaris, Edi Lasfeto,  dan Bendahara, Ferdelina Marince Kase.

Penandatanganan Akta Notaris yang telah dinanti selama tiga bulan sejak peresmian Organisasi Kemasyarakatan tersebut guna mendapatkan pengakuan dari Negara berupa status hukum dari Kementerian Hukum dan HAM RI.

Usaha dan kerja keras semangat dari para pengurus, anggota dan simpatisan tahap demi tahap mengalami kemajuan pesat.

Sebagaimana pemaparan Sekretaris FTBLM, Edi Lasfeto pada Acara Pelantikan 13 Sepetmber 2020 lalu, bahwa Forum Perjuangan Orang Timor NTT itu dimulai dengan Kelompok Arisan Warga Timor yang merantau di Bandung, Jawa Barat dan Sekitarnya dengan alasan yang sangat sederhana, yakni: bisa berkumpul dan makan jagung bose,-makan khas Orang NTT.

Pandangan Bapak Lasfeto tersebut sedikit berbeda pendekatannya dengan Kolonel (Inv) Benny Aninfeto melalui pendekatan keamanan, di mana ia menghendaki agar Orang NTT, khususnya Orang Timor, Sabu dan Rote serta Alor yang merantau di Bumi Prabu Siliwangi harus bekerja dengan sungguh-sungguh melalui penghasilan yang baik untuk membangun diri dan keluarga yang berada di kampung halaman.

Cara bekerja tersebut melalui ketekunan, kesabaran, dan rasa syukur untuk memberi dan membantu orang yang lebih membutuhkan uluran tangan dan kasih. Sebaliknya mencari nafkah bukan dengan cara-cara kekerasan, premanisme, pemaksaan kehendak dan pencurian, karena itu bukan ciri khas Orang Timor pada umumnya.

Perbuatan-perbuatan demikian merupakan makna yang tersirat dari moto Lais Manekat yakni: Cinta Kasih yang diemban oleh Organisasi Kemasyarakatan yang sudah berbuat banyak bagi Kelompok Diaspora NTT di Bandung, Jawa Barat, maupun ekspansi karya mereka lintas agama dan lintas suku.

Visi dan misi tersebut di atas dirasakan langsung oleh pengurus pada saat ini dan karya nyata besar yang telah dibuat oleh Alumni Fakultas Peternakan Undana Kupang bersama istri tercinta, Maria Magdalena Suhesti Aninfeto, dan keluarga menjadikan tempat berkarya dan mengembangakan usaha di bidang perkebunan dan peternakan.

Usaha Perkebunan sudah jelas terlihat dengan Pengembangan Tanaman Kopi Aceh dengan hanya 8 bulan berbunga dan Bidang Peternakan dengan mengembangkan susu sapi perah di Lembang, Jawa Barat.

Kini forum yang merupakan wadah perkumpulan Orang Bersaudara untuk berkarya bagi Tanah Air mengalami langkah maju secara legitimasi hukum di Republik Indonesia.

Dengan demikian kegiatan-kegiatan organisasi yang dilakukan diakui oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang sesuai dengan Ideologi Pancasila dan UUD 1945 serta Aturan Perundang-undangan lainnya.

Pataka tanggung jawab yang diserahkan kepada Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris dan Bendahara untuk memimpin 600-an anggota se-Jawa Barat dan sekitarnya menjadi lengkap secara de-facto (fakta, kenyataan) dan de-jure (secara hukum) untuk lebih leluasa menjalankan Visi dan Misi Organisasi.

Selamat atas Penandatangan Akta Notaris bagi Forum Timor Besar Lais Manekat (FTBLM) NTT-Jabar dan Karya-karya Cinta Kasih akan sewangi Cendana Pulau Timor dari Perbukitan Lembang, Kota Mode dan Bersejarah Bandung, Jawa Barat untuk Indonesia.

Semoga… Wassalam. (Aby/ Ius/ RN)

Komentar

Jangan Lewatkan