oleh

Keluarga Eduardus Nabunome Minta PB PASI Sahkan Rekor Almarhum

RADARNTT, Jakarta – Keluarga legenda atletik Indonesia, Eduardus Nabunome meminta Pengurus Besar Atletik Seluruh Indonesia mengesahkan rekor nasional half marathon yang ditorehkan pada 1997.

Marcelina Ina Piran, istri almarhum Eduardus Nabunome menceritakan bahwa rekor nasional half marathon itu dicetak oleh suaminya saat mengikuti kejuaraan half marathon di Gold Coast, Australia, pada 1997. Ajang itu, tuturnya, merupakan rangkaian persiapan mengikuti Sea Games 1997.

Pada ajang di Negeri Kangguru tersebut, Eduardus menempati posisi ke-12 namun memiliki catatan waktu half marathon 1 jam 5 menit dan 43 detik. Catatan itu sampai saat ini belum pernah dilampaui oleh atlet Indonesia dalam ajang half marathon.

“Dulu almarhum suami saya pernah meminta agar rekor nasional itu disahkan oleh PB PASI tapi tidak direspon. Malah yang dicatat sebagai rekor dalam half marathon adalah atlet yang belum lama ini mengikuti ajang itu,” ujarnnya, Sabtu (14/11/2020) malam.

Ina, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa rekor half marathon itu semestinya juga dicatat oleh PB PASI karena kerupakan capaian yang sampai saat ini belum dipecahkan oleh para atlet lari jarak jauh Indonesia. Selain itu, rekor tersebut merupakan salah satu bukti usaha dan kerja keras Eduardus Nabunome sekaligus sebagai torehkan sejarah yang ditinggalkan bagi keluarganya.

Dia mengatakan masih menyimpan semua dokumentasi keikutsertaan suaminya dalam ajang itu mulai dari medali, foto-foto, bahkan lampiran berita dari media lokal Australia, Gold Coast Bulletin yang terbit pada 14 Juli 1997. Media itu melansir urutan pemenang turname tersebut.

“Selain itu, masih ada rekan-rekan sesama atlet asal Indonesia yang turut berkiprah di ajang itu. Mereka semua saksi mata dari capaian rekor suami saya dan mereka semua masih ada jadi bisa dikonfirmasi mengenai hal ini,” tuturnya.

Atlet-atlet tersebut di antaranya Suyono yang menempati posisi ke-31 dengan catatan waktu 1 jam 10 menit dan 26 detik, kemudian Hudson Ethel di posisi 32 dan membukukan waktu 1 jam 10 menit 27 detik. Selain itu ada juga Hilda Napitupulu di kelas putri yang menempati posisi 107 dengan catatan waktu 1 jam 19 menit dan 45 detik.

“Semoga dengan data-data yang lengkap seperti ini, PB PASI tergerak untuk memenuhi harapan kami,” pungkas Ina.

Selain rekor itu, Eduardus Nabunome masih menjadi pemegang rekor nasional lari maraton dengan catatan waktu 2 jam 19 menit yang belum terpecahkan lagi hingga saat ini.

Beberapa rekor nasional yang masih dipegang Eduardus Nabunome antara lain: rekor lari 10 ribu meter jalan raya, rekor nasional junior lari 10 ribu meter trek 30 menit 6 detik, rekor PON lari 5 ribu meter, dan rekor SEA Games maraton.

Di ajang Sea Games, dia tercatat tiga kali membawa pulang medali emas untuk Indonesia pada nomor lari 10.000 meter putra, yakni edisi 1987, 1989, dan 1991, serta menghentikan dominasi pelari Malaysia, Subramaniam.

Tidak hanya itu, Eduardus Nabunome juga peraih medali emas untuk nomor lari 5.000 meter di SEA Games 1987 dan 1989. Di ajang itu pun Edu menjadi yang terbaik untuk cabang lari maraton SEA Games 1997 dengan meraih medali emas untuk Indonesia, sekaligus mematahkan dominasi pelari Filipina, Hector Bagio.

Eduardus Nabunome meninggal dunia pada Senin,12 Oktober 2020 pukul 21.20 WIB di RS Medistra Jakarta dan dikebumikan di kampung halamannya, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan