oleh

Kisah Haru Warga Perbatasan Indonesia-RDTL Terima Listrik Gratis PLN

-News-355 views

RADARNTT, Kupang – Situasi pandemi Covid-19 tidak menghalangi PLN untuk terus berbuat bagi masyarakat. PT PLN Persero Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur (NTT) menyalakan listrik gratis di daerah perbatasan dengan Republik Demokrat Timor Leste (RDTL).

Penyalaan dilakukan secara serentak pada Jumat, (15/5/2020) di Desa Silawan Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, sebanyak 89 KK dan di Desa Manamas, Kecamatan Naibenu, Kabupaten Timor Tengah Utara, sebanyak 66 KK.

Penyalaan di Desa Motaain diresmikan langsung oleh Bupati Belu, Willybrodus Lay bersama pemilik rumah dengan melakukan input angka token listrik perdana pada pelanggan ibu Elisabet Minitakilo di Desa Silawan disaksikan General Manager PLN UIW NTT Ignatius Rendroyoko, Senior Manager SDM dan Umum Lukas Tarigan dan Manager UP3 Kupang Arif Rohmatin, Manager UP2K Kupang Cahyo Gunadi serta turut hadir Kadis PU, Komandan Pos Perbatasan Motaain, Kabag Pembangunan, Kabag Protokol, Camat Tasifeto Timur dan Kepala Desa Silawan.

Elisabet Minitakilo, warga Desa Silawan, yang sehari-harinya bekerja sebagai petani, menyambut haru hadirnya listrik di Motaain Perbatan Timor Leste desa Silawan “Dengan adanya penyambungan listrik gratis kami bisa merasakan listrik sendiri yang selama ini kami minta sambung dari tetangga,” kata Elisabet.

“Terimah kasih PLN sudah hadir dan penantian listrik ini berakhir, hari ini kami langsung lupa masa gelap itu begitu listrik masuk dan menyala di kami, mau beli barang elektronik juga perasaan karena listrik masih dari tetangga, Tapi sekarang kami sudah merdeka, bisa bebas mau buat apa saja di rumah karena sudah ada listrik sendiri,” tambah Elisabet Minitakilo.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Belu, Willy Lay menyampaikan yang berbahagia hari ini masyarakat desa Silawan ada 89 KK penerima bantuan listrik gratis. “Saya atas nama masyarakat kabupaten Belu dan juga Pemerintah mengucapkan banyak terima kasih yang berlimpah untuk PLN yang CSR-nya membantu masyarakt kami yang ada disini untuk masyarakat yang kurang mampu. Untuk itu bantuan -bantuan yang di berikan besar sekali manfaatnya untuk mereka. Dan hanya ada 3 orang yang hadir untuk mewakili 89 KK di karenakan kondisi yang seperti ini kita tidak boleh berkumpul,” ungkapnya.

GM PLN UIW NTT, Ignatius Rendroyoko juga menyampaikan, PLN melaksanakan tugas pemerintah melayani kebutuhan listrik masyarakat di desa-desa perbatasan negara, sebagai wilayah terdepan. Motaain dan Manamas TTU yang merupakan wilayah terdepan Indonesia berbatasan dengan negara Timor Leste.

Ignatius Rendroyoko mengatakan pihaknya mendapat arahan juga oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dengan secara khusus beliau meminta supaya PLN menyiapkan listrik yang cukup, listrik yang berkelanjutan, listrik yang handal untuk masyarakat di daerah perbatasan antara Indonesa dan Timor Leste khususnya di pos-pos perbatasan yaitu PLBN Motaain, PLBN Motamasin dan PLBN Wini.

“Artinya PLN akan menjadi instansi utama yang bertanggung jawab menyediakan kelistrikan untuk pemerintah yang ada di PLBN–PLBN tersebut dan masyarakat di sekitaran perbatasan, sehingga kemakmuran, sehingga kenyamanan hidup, sehingga fasilitas kehidupan bisa lebih disediakan untuk masyarakat agar bisa lebih berkembang,” tutur Rendroyoko

Penyalaan Listrik bagi Warga Desa Manamas, Timor Tengah Utara

Sementara itu, acara yang dilaksanakan di Desa Manamas, Kecamatan Naibenu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dihadiri oleh perwakilan Bupati TTU dan Ketua DPRD Kabupaten TTU Hendrikus F Bana, Camat Naibenu dan Kades Manamas.

Penyalaan di Desa Manamas diresmikan Asisten III PemKab TTU, Drs Raymundus Thaal bersama pemilik rumah dengan melakukan penyalan listrik perdana pada pelanggan ibu Fransiska Fone di Desa Manamas.

Kebahagian yang sama juga dirasakan oleh Fransiska Fone dan anaknya yang tinggal diujung desa perbatasan yang juga seorang petani, “Kami sangat senang dengan adanya listrik kami bisa merdeka seutuhnya, lama sekali kami menanti agar bisa merasakan listrik sampai anak saya saja waktu pertama mau menyalakan lampu takut-takut, namun sekarang sudah ada listrik anak bisa belajar sampai malam,” kata Fransiska Fone.

Asisten III PemKab TTU, Raymundus Thaal atas nama pemerintah kabupaten TTU mengucapkan terima kasih dan bangga kepada PLN yang telah membantu fasilitas penerangan bagi masyarakat secara keseluruhan dan secara simbolis diserahkan di Kecamatan Naibenu khususnya Desa Manamas.

“Karena penerangan merupakan suatu kebutuhan dasar yang oleh masyarakat dianggap kebutuhan yang sangat vital. Harapan kami masyarakat di seluruh Indonesia lebih khususnya Kabupaten TTU sangat membutuhkan penerangan karena manfaatnya sangat besar untuk kebutuhan masyarakt,” ungkap Raymundus.

Hingga Mei 2020, CSR PLN telah memberikan bantuan sambungan listrik gratis kepada 2000 kepala keluarga (KK) di Provinsi NTT. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan