oleh

Kominfo Dukung Kelas Belajar Podcast Siberkreasi dengan Target 5000 Peserta

RADARNTT, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika mendukung pelatihan untuk menciptakan peluang kelahiran kreator konten dan wirausaha digital. Kelas Belajar Podcast itu dipandu Kreator Nongkrong sebagai mitra jejaring Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi dengan target 5000 peserta.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan memberikan apresiasi dan dukungan atas pelaksanaan pelatihan yang bisa menghasilkan kreator konten yang akan membantu pendidikan masyarakat di dunia maya.

“Saya optimis, dengan adanya kelas podcast ini akan mendorong masyarakat untuk menghasilkan lebih banyak konten yang positif dan mendidik masyarakat,” ungkapnya ketika menyampaikan sambutan secara virtual dari Jakarta, Sabtu (29/8/2020).

Menurut Dirjen Semuel, pelatihan ini juga menarik karena bisa menjadi alternatif untuk menambah penghasilan dan mengembangkan wirausaha online.

“Akan lebih baik lagi jika dapat menjadi sumber penghasilan di masa krisis pandemi. Sebenarnya ini adalah momentum yang tepat untuk memulai podcast dan berwirausaha online,” ungkapnya.

Mengutip laporan laman podcastinsight.com, Dirjen Aptika menyatakan terdapat lebih dari 30 juta episode di seluruh dunia per April 2020, dan lebih dari 40% penduduk Amerika mendengar podcast baik di rumah maupun di perjalanan atau ketika berada di kendaraan. Hal itu merupakan peluang tersendiri untuk mendapatkan alternatif penghasilan.

“Di Indonesia sendiri, berdasarkan laporan data Spotify, kita merupakan jumlah pendengar Podcast terbanyak di Asia Tenggara. Diprediksikan akan ada 2,2 miliar pendengar podcast per bulan di tahun 2024,” tutur Dirjen Aptika.

Enam Sesi Virtual

Menurut Ketua Umum Siberkreasi, Yosi Mokalu, podcast akan menjadi the future of content creation.  Oleh karena itu, pemanfaatan podcast oleh  Siberkreasi dapat menjadi salah satu kontribusi dalam mengembangkan ekosistem podcast di Indonesia.

“Kita ingin berkontribusi terhadap ekosistem  podcast dengan mengajak masyarakat Indonesia yang ingin bersuara serta menciptakan konten yang bermutu dengan media audio,” tuturnya.

Pelaksanaan Kelas Podcast yang berlangsung secara virtual sampai Desember 2020. Setiap kelas akan berlangsung dalam 6 sesi pertemuan yang berlangsung setiap hari Sabtu.

Melalui kelas ini Siberkreasi bermaksud memberikan kontribusi untuk masyarakat yang terdampak pandemi agar lebih kreatif menciptakan konten bermutu hingga bisa menghasilkan uang,” jelas Yosi Mokalu seraya menunjukkan peserta bisa mendaftarakan diri melalui www.kelaspodcastsiberkreasi.com

Kelas podcast dirancang dengan durasi 90 menit dalam bentuk pemaparan materi dan dilanjutkan sesi tanya jawab. Setiap sesi dipandu oleh satu moderator dan satu narasumber.

Modul Pelatihan terdiri dari beberapa tahapan antara lain (1) Pengantar, di mana peserta akan dikenalkan dasar-dasar fitur dan manfaat podcast serta belajar memproduksi podcast sederhana; (2) Planning, untuk mengenali proses merencanakan sebuah podcast dan bekal yang harus mereka miliki sebelum memulai rekaman; (3) Produksi, peserta akan belajar prinsip merekam konten podcast dan melakukan editing dengan target menghasilkan satu episode podcast.

Selanjutnya (4) Branding untuk pengenalan dan penerapan prinsip branding yang penting untuk memasarkan dan menjaring audiens ke podcast.  Dan mereka terakhir (5) Monetisasi, pembelajaran berbagai teknik monetisasi untuk mensupport produksi podcast berjalan mandiri dan berkelanjutan.

Ada Master class akan menjadi penutup rangkaian modul Kelas Podcast dengan menghadirkan pembicara tamu yang sudah berkecimpung didunia podcasting dan menjadi publik figur dan sumber referensi di bidang ini,” jelas Yosi Mokalu.

Sebagai mentor Kelas Podcast, Siberkreasi melibatkan VP Content and Community INSPIGO, Pradipta Nugrahanto; podcaster eksklusif Spotify dan pendiri komunitas podcaster Rizky Ardi Nugroho; dan pendiri jejaring podcast Box2Box Indonesia, Tio Prasetyo Utomo.

GNLD Siberkreasi merupakan gerakan nasional untuk menanggulangi ancaman potensi bahaya terbesar yang sedang dihadapi oleh Indonesia, yaitu penyebaran konten negatif melalui internet seperti hoaxcyberbullying dan online radicalism.

Gerakan ini juga mendorong masyarakat untuk aktif berpartisipasi menyebarkan konten positif melalui internet dan lebih produktif di dunia digital. Siberkreasi hadir dari inisiatif bersama berbagai kalangan, komunitas peduli, swasta, akademisi, masyarakat sipil, pemerintah dan media. (Humas Kementerian Kominfo)

Komentar

Jangan Lewatkan