oleh

Kominfo Dukung Pengembangan Kapasitas Remaja Perempuan Indonesia Bidang STEM

RADARNTT, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika mendukung upaya pengembangan kapasitas remaja perempuan dalam bidang sains, teknologi, teknik dan matematika (STEM).

Bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Kominfo mengapreasiasi Program Girls4Tech yang diinisiasi Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) Foundation dan Mastercard untuk menginspirasi remaja perempuan Indonesia usia 10–15 tahun untuk mengejar karier di bidang STEM.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo, Rosarita Niken Widiastuti menyatakan, semua pihak harus bergandeng tangan untuk mewujudkan transformasi digital nasional. Termasuk untuk meningkatkan keterlibatan siswa perempuan serta mengurangi kesenjangan gender di bidang STEM. 

“Kita harus bergandeng tangan semua, dari pemerintah, swasta, akademisi dan berbagai bidang untuk mewujudkan arahan Bapak Presiden Joko Widodo tanggal 14 Agustus yang lalu dalam pidato kenegaraan. Beliau menekankan Indonesia betul-betul harus meningkat dalam transformasi digital nasional,” ujarnya dalam Dialog Empowering Girls Reshaping the Future dan Peluncuran Program Girls4Tech secara daring dari Jakarta, Selasa (15/9/2020).

Menurut Sekjen Niken, sebagai program prioritas pemerintah ada lima hal yang dilakukan untuk mewujudkan transformasi digital.

“Ada lima arahan dari bapak presiden yang pertama agar dilakukan percepatan perluasan akses internet dan peningkatan infrastruktur digital,  agar dipersiapkan roadmap transformasi digital di sektor-sektor strategis; ketiga agar integrasi dan pembangunan pusat data nasional ini dipercepat, keempat agar disiapkan regulasi skema skema pendanaan dan pembiayaan transformasi digital secepat-cepatnya dan kelima agar disiapkan kebutuhan SDM talenta digital,” paparnya.

Dalam arahan kelima, itu menurut Sekjen Kementerian Kominfo termanifestasi dalam kebijakan prioritas kementerian di bidang infrastruktur, adopsi teknologi dan percepatan pembentukan regulasi.

“Kami berkomitmen untuk merealisasikan arahan dari bapak presiden dengan mengembangkan ekosistem digital indonesia secara komprehensif,” tandasnya. 

Khusus untuk generasi penerus, Sekjen Niken mengharapkan agar Program Girls4Tech bisa dapat menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk mengikis kesenjangan gender.

“Sehingga kita memiliki inisiatif inisiatif serupa di seluruh penjuru Nusantara. Agar tidak ada lagi kesenjangan gender khususnya dalam bidang STEM. Melalui program ini saya berharap peranan perempuan Indonesia dalam bidang STEM semakin luas,” harapnya.

Sekjen Kementerian Kominfo menyebutkan saat ini Indonesia memiliki kebutuhan 600 ribu orang talenta digital setiap tahunnya. Namun, kebutuhan itu tidak bisa dipenuhi oleh dunia perguruan tinggi.

“Karena itu juga perlu akselerasi akselerasi di dalam mendidik generasi muda di bidang digital ini. Kementerian Kominfo menginisiiasi Digital Talent Scholarship, beasiswa pelatihan digital bekerja sama dengan perusahan teknologi global. Ada juga sertifikasi gobal. Tujuannya sesuai dengan arahan Presiden di era digitalisasi ini tidak boleh menjadi pangsa pasar SDM dari negara-negara asing bagi tenaga kerja khususnya di bidang digital,” ungkapnya.

Dalam acara itu hadir pula secara daring Kepala Pusat Data dan Informasi Kemdikbud Muhammad Hasan Chabibie; Presiden Divisi Pasar Asia Tenggara Mastercard, Safdar Khan; CEO/Founder YCAB Foundation, Veronica Colondam serta Pimpinan Dampak Sosial dan Filiantropsi Mastercard Indonesia, Charlie Hartono.

Platform Kursus Gamifikasi

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada tahun 2017, hanya 30% tenaga kerja perempuan di sektor STEM. Hasil UNESCO dan Korean Women’s Development Institute mengungkapkan adanya permintaan yang tinggi akan pelajar perempuan di institusi pendidikan tinggi untuk mempelajari STEM. Hal ini terlihat dari jurusan kuliah seperti biologi, kimia, farmasi, dan kedokteran didominasi oleh pelajar perempuan. Akan tetapi, minat yang tinggi dalam bidang STEM ini tidak berlanjut sampai dunia kerja, sebagaimana perempuan yang aktif bekerja di bidang STEM masih jarang. Padahal kemampuan di bidang STEM hal fundamental untuk mendukung industri 4.0 di Indonesia. 

Presiden Divisi Pasar Asia Tenggara Mastercard, Safdar Khan mengungkap urgensi peningkatan kemampuan masyarakat agar dapat berpartisipasi dalam ekonomi digital.

“Bagaimana  membuat dan mengimplementasikan inisiatif-inisiatif yang dapat menjembatani kesenjangan keterampilan digital dan memungkinkan semua orang untuk dapat terlibat dalam ekonomi digital, di mana pun mereka berada,” ungkapnya.

Menurutnya, program Girls4Tech sebagai kolaborasi antarpihak diharapkan akan dapat mendukung edukasi bagi remaja perempuan di Indonesia.

“Inisiatif ini dapat mendukung upaya pemerintah dalam melahirkan talenta-talenta baru di bidang STEM di tanah air, serta menginspirasi generasi pemimpin-pemimpin wanita yang mampu membuka potensi transformasi ekonomi digital bangsa,” harapnya

Girls4Tech merupakan program pelatihan selama 3 tahun melalui platform belajar digital. Inisiatif YCAB Foundation dan Mastercard Center for Inclusive Growth bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu menargetkan pendidikan pada 60.000 remaja perempuan mengenai STEM. Sejak platform tersebut dirilis, terdapat 2000 remaja perempuan yang mendaftar dan 40 guru menjadi mentor sukarelawan. 

Pendiri dan CEO YCAB Foundation, Veronica Colondam menyatakan platform Girls4Tech menyediakan kursus gamifikasi dan memberikan fasilitas asisten digital untuk para guru, mentor dan remaja perempuan.

“Selama lima hari, peserta akan diberikan pelatihan berupa game edukasi, video animasi, dan buku elektronik. Ada pula forum diskusi untuk tanya jawab antara pengajar dan partisipan, koordinasi dan monitoring dengan guru selama pelatihan. Peserta yang terpilih akan menerima penghargaan dalam bentuk sertifikat dan kesempatan untuk mengikuti pelatihan STEM lanjutan.” ungkapnya. 

Girls4Tech akan dimulai di empat wilayah di tahun pertamanya, yaitu Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, dan Jakarta. Para siswi akan diberikan pelatihan berupa gamifikasi online dengan materi  kriptologi, deteksi fraud, keamanan siber dan cyber-hygiene, dan inovasi teknologi. Sekolah dan guru yang ingin mengikuti program STEM dapat mendaftar melalui tautan bit.ly/G4TIndonesia. (Humas Kementerian Kominfo)

Komentar

Jangan Lewatkan