oleh

Kominfo Identifikasi 242 Konten Hoaks Covid-19

RADARNTT, Jakarta – Hasil pertemuan Tim Ais Kementerian Komunikasi dan Informatika, hingga Selasa, (17/3/2020) ditemukan total 242 konten hoaks dan disinformasi yang berkaitan dengan Virus Corona (Covid-19). Seluruh konten tersebar di platform media sosial juga situs web dan platform pesan instan. 

Menteri Kominfo Johnny G. Plate menyatakan akan terus melakukan negosiasi dan menangkal setiap informasi yang tidak benar atau omong kosong yang membahas di dalam negeri. “Dari hasil tersebut ditindaklanjuti dengan memberikan informasi yang benar sesuai dengan fakta di lapangan,” jelasnya dalam Konferensi Pers Sektor Kominfo untuk Penanganan Covid-19 di Ruang Serbaguna Kementerian Kominfo, Senin (16/3/2020) sore.

Menurut Menteri Johnny, Kementerian Kominfo akan selalu melakukan konfirmasi kebenaran yang menjadi perhatian masyarakat di medsos. “Tujuannya, melindungi Segenap bangsa dan masyarakat dari informasi negatif yang tidak benar terkait dengan Covid-19. Ini bahaya, Memperbaiki masyarakat mengkuti informasi yang tidak benar,” tandasnya.

Menteri Kominfo menyetujui aksi penyebaran yang tidak benar, di tengah penyebaran Covid-19 saat ini tidak baik. Karena mendorong membuat semua lapisan masyarakat takut dan takut dalam mengatasi bencana alam ini. “Hal ini merugikan bangsa dan negara. Dan pembelanjaan juga tidak menjawab panggilan Ibu Pertiwi yang membutuhkan pertolongan,” tandasnya.

Penindakan

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan dalam mengatasi informasi hoaks Covid-19 yang menggunakan medsos ditindak lanjuti bersama dengan pemilik platform. “Tugas dan fungsi Kominfo sesuai dengan kebijakan yang berlaku tidak dapat melakukan penutupan akun yang terbukti setuju,” jelasnya.

Pihaknya, akan memberikan persetujuan akun-akun mana yang terindikasi melakukan distribusi sesuai dengan aduan masyarakat dan patroli di medsos. “Kami memberikan persetujuan kepada pemilik platform dan pihak penegak hukum, kemudian mereka yang menutup akun tersebut,” kata Dirjen Semuel.

Berkaitan dengan konten yang menimbulkan keresahan pada publik, maka akan ditindaklanjuti dengan penegak hukum yaitu Kepolisian. Bila ada, delik pengadilan yang dilanggar oleh pemilik akun yang meminta informasi yang tidak benar tersebut. “Bila sifatnya masif dan menimbulkan keresahan masyarakat maka akan ditindak lanjuti oleh Kepolisian,” tutur Dirjen Aptika.

Data temuan konten hoaks dapat dilihat dalam link Resmi Temuan Hoaks Terkait Virus Corona. (Humas/Kominfo/TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan