oleh

Komisi IV DPRD NTT Monitoring Aplikasi Teknologi GO Plus Jalan Provinsi di Amarasi

-News-2.009 views

RADARNTT, Kupang – Berhubung aplikasi teknologi grading operation (GO) Plus pembangunan jalan merupakan hal baru di provinsi NTT, yang baru diujicoba di beberapa lokasi termasuk ruas jalan Amarasi di tahun anggaran 2019.

Maka perlu ada pendalaman untuk menyamakan pemahaman tentang model/pola dan cara kerja teknologi GO Plus, yang akan diterapkan dalam pembangunan jalan provinsi di NTT sesuai yang direncanakan pemerintah.

Untuk itu, Komisi IV DPRD Provinsi NTT melakukan monitoring aplikasi teknologi GO Plus di Kecamatan Amarasi, Rabu (8/1/2020) untuk melihat langsung teknis pekerjaan jalan dan hasilnya.

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua Komisi IV, Nelson Matara mengatakan, dinas teknis terkait bersama mitra perlu menjelaskan secara teknis agar bisa diketahui bersama tentang teknologi GO Plus. “Meskipun kami sudah pernah melakukan kunjungan ke perusahaan penghasil zat aditif di Sleman Yogyakarta ,” ungkap politisi PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan NTT II.

Ia mengatakan bahwa teknologi ini sudah diperkenalkan oleh PT. Difa Mahakarya yang berpusat di Sleman Yogyakarta. Memproduksi Difa Soil Stabilizer (Difa SS) sebagai bahan aditif untuk memaksimalkan ikatan soil cement. Difa SS merupakan serbuk halus terdiri dari komposisi mineral anorganik yang aman terhadap lingkungan.

Kabid Binamarga PUPR provinsi NTT, Adi Mboeik menjelaskan, jumlah panjang jalan provinsi yang belum dikerjakan adalah 906,12 kilometer (km), “Pada tahun 2020 alokasi anggaran sebesar Rp 821 miliar untuk menyelesaikan 463,37 km jalan provinsi, dengan rincian: pola GO 252,18 km, GO Plus 25 km yang tersebar di 3 pulau besar (Timor, Flores dan Sumba), HRS 101,77 km dan pemeliharaan berkala HRS 84,42 km,” terangnya.

Menurut Mboeik, pembangunan jalan provinsi yang dikerjakan dengan aplikasi tiga pola teknologi ini (GO, GO Plus dan HRS) dilakukan semata-mata karena disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

“Butuh pengawasan melekat agar pelaksanaan sesuai spec dan terkontrol kualitas,” kata Mboeik.

Ia mengharapkan dukungan masyarakat untuk ikut mengawasi semua pembangunan fisik agar dilakukan sesuai perencanaan dan menjaga mutu hasil pekerjaan.

Sementara Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD NTT, Alex Ofong saat monitoring menyampaikan bahwa penggunaan tiga metode ini sudah melalui pertimbangan dan pendekatan teknis dan politis. “Kita melahirkan ketiga pola pekerjaan melalui pendekatan teknis dan politis,” katanya.

Menurut Alex Ofong, secara teknis semua ruas jalan provinsi bisa dibangun dan secara politis semua aspirasi dapat diwadahi melalui pembangunan jalan provinsi untuk memudahkan aksesibilitas dan mempersingkat waktu tempuh dalam mobilisasi barang dan jasa oleh masyarakat. (TIM/RN)

Komentar