oleh

Komunitas Sahabat Mgr. Gabriel Manek Larantuka Berbagi Cinta para Lansia

RADARNTT, Larantuka – Komunitas Sahabat Mgr. Gabriel Manek (SMGM) Larantuka melakukan acara Natal Bersama dengan para Lansia, bertempat di Aula Susteran Putri Reinha Rosari Larantuka, Sabtu (4/1/2020).

Pemerintah Kabupaten Flores Timur melalui Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Flores Timur, Drs. Petrus Pedo Maran, M.Si, selaku pejabat yang mewakili Bupati Flores Timur turut hadir dalam Acara Natal Bersama.

Hadir juga pada kesempatan itu Pimpinan Biara Pusat Susteran Putri Reinha Rosari Larantuka, Suster Maria Gratiana, PRR dan Wakil Pimpinan Susteran PRR, Suster Maria Lidwina, PRR, Pimpinan Komunitas SMGM Larantuka, Adi Hekin dan anggota, para lansia serta undangan lainnya.

Bupati Flores Timur Antonius H. Gege Hadjon, ST, dalam sambutannya yang disampaikan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Flores Timur, Drs. Petrus Pedo Maran, M.Si, mengatakan Pemerintah, Masyarakat dan Umat di Kabupaten Flores Timur bersyukur memiliki Mgr. Gabriel Manek. Bahkan mungkin rasa syukur saja tidak cukup, tetapi harus diiringi dengan melaksanakan cara hidup dan juga spiritualitas hidup Mgr. Gabriel Manek yang pastinya merupakan sesuatu yang luar biasa bagi masyarakat di Kabupaten Flores Timur.

Menurut Bupati Anton Hadjon, Pemerintah dan juga masyarakat sangat mengapresiasi teman – teman dari komunitas Sahabat Mgr. Gabriel Manek ( SMGM) yang ada di Larantuka (Nagi). “Kita tidak perlu mengatakan ini baru atau yang lain lebih dahulu, memang kita sangat meyakini bahwa cara kerja Roh Kudus sangat istimewa dan unik. Tidak usah berkecil hati, boleh yang lain lebih dahulu, kita boleh belakangan tapi kita yakin bahwa Roh Kudus benar – benar kerja dan menyertai kita. Oleh karena itu terima kasih kepada komunitas SMGM Larantuka, bukan saja sebagai sahabat bapak dan mama para Lansia, tapi boleh bersahabat dengan Pemerintah. Perkenankalah kami Pemerintah juga bisa menimba spirit dan jiwa pelayanan komunitas SMGM dalam kelompok yang kecil ini”, kata Bupati Anton Hadjon.

Dia juga mengajak Komunitas SMGM bukan saja memberi dan menyapa para Lansia, tapi juga Pemerintah. Bupati Anton atas nama Pemerintah dan masyarakat Flores Timur menyampaikan terima kasih serta Salam Damai Natal dan Bahagia Tahun Baru untuk bapa mama lansia, Komunitas SMGM dan Pimpinan biara pusat Susteran PRR dan para suster PRR dan berharap semoga cara hidup dan spiritualitas Mgr. Gabriel Manek bisa juga menjadi pengalaman hidup bersama.

Suster Pimpinan Biara Pusat PRR Lebao, Maria Gratiana, PRR, dalam sambutannya menyampaikan selamat datang dan terima kasih bagi para undangan yang hadir dalam perayaan Natal bersama komunitas SMGM dan Lansia. Komunitas SMGM adalah mitra Kongregasi Susteran Putri Reinha Rosasi Larantuka. Manurutnya, Semangat yang Uskup Manek buat dan misinya itu ada dalam PRR, tetapi itu bukan hanya milik orang biara. Sebagai orang awam pun boleh mengambil bagian di dalam semangat itu seperti yang sedang dijalankan oleh Sahabat Mgr. Gabriel Manek yang datang mengujungi, datang menyapa, datang untuk kita saling melihat, saling berpandang, saling senyum satu sama yang lain dan saling bercerita satu dengan yang lain.

“Spirit Gabriel Manek pertama membangun persaudaraan, sukacita itu datang karena kita merasa kita ini saling bersudara karena kita disatukan oleh Tuhan juga disatukan oleh Uskup Gabriel Manek melalui semangat dan misinya. Karena itu yang masuk didalamnya orang harus berusaha untuk bersukacita karena sukacita itu harus dibagikan. Usia Lansia dipanggil Tuhan untuk menjadi pendoa, pekerjaan kita adalah pendoa, karena dihari tua kita berkomunikasi dengan Tuhan. Kami titip diri pada Bapak dan mama Lansia ingat kami dalam doa dan mengajak untuk kita saling mendoakan”, kata Suster Maria.

Menurut Suster Maria, Para Lansia yang tinggal sendiri, yang jauh dari anak – anak, atau tidak punya anak – anak, tidak perlu khawatir dan cemas karena Sahabat Mgr. Gabriel Manek akan setia mengunjungi mereka. Suster Pimpinan Biara PRR juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Flores Timur yang bersedia bergabung pada kegiatan ini karena meskipun kelompok kecil tetapi dengan kehadiran Pemerintah sangat memberikan arti dukungan hidup dan semangat untuk semua di dalamnya sehingga bisa maju bersama membawa dan membagikan sukacita.

Pimpinan Komunitas SMGM Larantuka, Adi Hekin dalam kesempatan yang sama mengatakan Spiritualitas SMGM lebih dulu berdiri di Surabaya tanggal 25 April 2017. Anggota awalnya mempunyai beragam profesi yaitu sebagai pengusaha,pegawai, pensiunan dan lain-lain. Para anggota awal inilah yang menghidupi Spiritualitas Mrg. Gabriel Manek seperti berkunjung dari rumah ke rumah seperti Maria mengunjungi Elisabeth saudarinya. Kunjungan seperti ini memberikan energi, baik orang yang dikunjung maupun orang yang mengunjungi. Semangat spiritualitas yang dibangun juga tidak terlepas dari bantuan Putri Renha Rosari, dalam hal ini Susteran PRR yang selalu bergandengan tangan untuk bisa menghidupkan Spiritualitas Mrg. Gabriel Manek.

“SMGM Larantuka berdiri pada tanggal 01 Mei 2018 dan sekarang SMGM sudah tersebar di 19 Kota dan di Luar Negeri yaitu di Timor Leste. Pelayanan kami atau Komunitas ini berjalan dari rumah ke rumah mengunjungi keluarga yang berbeban berat, orang tua, para lansia yang sakit. Kami datang untuk bercerita, menyapa, merangkul, dan ada sukacita yang besar, bukan hanya orang yang dikunjungi tapi kami juga merasa bahagia dan Sukacita yang luar biasa”, ujar Adi. (TIM/RN)

Komentar