oleh

Kristien Pati Soroti Keterlambatan Pembayaran Insentif Guru Honorer

RADARNTT, Kupang — Anggota Komisi V DPRD Provinsi NTT fraksi partai NasDem, Kristien Samiyati Pati menyoroti mekanisme pemberian insentif  bagi guru honorer yang masih menjadi keluhan banyak guru di 877 lebih SMA dan SMK yang tersebar di 22 Kabupaten/Kota.

Menurut Anggota DPRD dua periode dari Sumba, pemberian insentif guru honorer SMA/SMK/SLB yang bersumber dari APBD Provinsi NTT sudah ditentukan persyaratannya. Namun, dalam pelaksanaan sering terjadi kesalahan dalam penentuan penerima insentif dan juga terjadi keterlambatan pembayaran.

“Kita temui di lapangan ada banyak keluhan para guru honorer yang belum menerima honor dan ada yang tidak masuk dalam daftar penerima insentif padahal sesuai ketentuan memenuhi syarat,” tegas Bendahara Fraksi NasDem DPRD NTT dalam RDPU Komisi V bersama mitra Dinas Pendidikan Provinsi NTT, LPMP NTT,  Bank NTT,  Badan Kepegawaian Daerah NTT dan Badan Keuangan Daerah NTT, pada Rabu (5/2/2020).

Menurut Kristien yang juga mantan guru honorer di sebuah SMK di Sumba sebelum menjadi Anggota DPRD bahwa sangat memprihatinkan kalau kondisi terus terjadi berulangkali dialami para guru honorer yang selalu mengalami keterlambatan pembayaran honor. Ia meminta pihak Dinas agar segera menata sistem yang lebih memudahkan dan cepat untuk melayani hak para guru honorer.

“Kasihan teman-teman guru honorer, jangan karena hal teknis soal membayar honor mengganggu hal prinsip tentang pelayanan pendidikan bermutu bagi peserta didik di sekolah,” kata Kristien.

Dia berharap agar kedepannya tidak boleh terjadi lagi hal teknis keterlambatan pembayaran honor bagi 3000 lebih guru honorer, terutama bagi yang mendapat alokasi biaya APBD Provinsi NTT. Karena hal ini sangat teknis, tetapi menurutnya bisa mengganggu hal yang lebih substansi yaitu pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.

Pada kesempatan itu, politisi muda PSI Christian Widodo juga menegaskan bahwa untuk berubah menjadi lebih baik harus dimulai dengan merubah cara kerja. Ia mengutip filsuf Albert Einstein, “Hanya orang gila yang menginginkan hasil yang lebih baik tanpa mengubah cara kerjanya,” tegasnya mengulangi.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Benyamin Lola mengatakan sedang membangun sistem aplikasi online sehingga diharapkan kedepannya bisa lebih mudah dan cepat mengakses data dan informasi tentang kependidikan oleh semua pihak terkait.

Mengenai hal teknis keterlambatan pembayaran gaji/honor akan selalu menjadi perhatian serius dan terus dibenahi ke depan. “Dan hal ini sedikit rumit karena melibatkan berbagai pihak, tetapi kita akan segera berkoordinasi untuk mencari formula yang tepat,” katanya. (TIM/RN)

Komentar