oleh

Kunjungi Kampus di NTT, TemanKIP Ingin Pastikan KIP Kuliah Tepat Sasaran

-News-293 views

RADARNTT, Kupang – Asisten Staf Khusus Presiden RI Aminnudin Maruf, Juventus Prima Kago berkunjung ke kampus di Nusa Tenggara Timur. Adapun beberapa kampus yang dikunjungi yakni, Universitas Widya Mandira, Politeknik Negeri Kupang, Universitas Timor, dan Universitas Nusa Cendana, tengah pekan kemarin.

Juventus Prima Kago juga didampingi para pendamping dan penanggung jawab TemanKIP di kampus masing-masing.

Kunjungan kerja tim Staf Khusus Presiden tersebut juga merupakan pemantauan terkait pelaksanaan program Teman Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-K) di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Diketahui, Pemerintah mulai tahun 2020 ini telah memperluas sasaran beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi kepada 818 ribu mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu

Dengan begitu, Teman KIP-K yang diinisiasi Staf Khusus Presiden Aminuddin Ma’ruf bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama ini adalah untuk mengawal program Kartu Indonesia Pintar-Kuliah agar tepat sasaran.

“Jadi Teman KIP-K ini program pendampingan untuk orang-orang yang tidak mampu yang ingin kuliah. Ini sesuai dengan janji Presiden Joko Widodo yang ingin menguliahkan 818 ribu mahasiswa di tahun 2020 ini,” tutur Juventus saat diterima pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Nusa Cendana.

Juventus menambahkan bahwa pihaknya ingin memastikan pengelolaan KIP-K berjalan dengan lancar di kampus-kampus. KIP-Kuliah, menurutnya, harus menyasar dengan tepat mahasiswa yang berhak menerimanya.

“Implementasinya juga harus bisa sampai kepada mereka yang berhak,” tegasnya.

Dalam kesempatan kunjungan ke Undana, Pembantu Rektor bidang kemahasiswaan Undana, Dr. Siprianus Suban Gerak, M. Sc, menyambut baik niat dari Staf Khusus Presiden Aminuddin Ma’ruf untuk mengawal KIP.

“Kami harap Program ini benar-benar sampai kepada mahasiswa yang berhak. Karena saat kondisi pandemi ini, banyak sekali mahasiswa yang terdampak sehingga butuh tindakan serius dari negara untuk menanganinya,” ungkapnya. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan