oleh

Lebu Raya mediasi pertemuan Ketua Flobamora Bali dan Gubernur Wayan Koster

-News-2.443 views

RADARNTT, Denpasar – Berkat dukungan dan bantuan orangtua mantan gubernur provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya, Ketua Flobamora Bali Yusdi Diaz dan Ketua Satgas Covid-19 Flobamora Bali Beny Ule Ander diterima langsung Gubernur Bali Wayan Koster, di rumah dinas, Senin, 4 Mei 2020.

Pada kesempatan itu, Ketua Flobamora menyampaikan permohonan perhatian serius pemerintah Bali kepada warga Bali keturunan NTT maupun masyarakat NTT di Bali yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Selain itu, Gubernur Koster membuka akses bagi Flobamora Bali untuk langkah-langkah pemulangan warga NTT yang kini terkatung-katung nasib mereka di Bali sejak kehilangan pekerjaan dan hidup tanpa penghasilan harian/bulanan lagi.

“Upaya pemulangan warga NTT yang ingin pulang kampung memerlukan kerja sama berbagai pihak. Selain pemeriksaan kesehatan yang ketat, warga NTT yang hendak pulang harus siap dikarantina selama 14 hari,” ujar Yusdi Diaz.

Upaya pemulangan warga NTT digagas Flobamora Bali mengingat mereka sudah tidak punya pekerjaan lagi, tidak punya pendapatan dan bertahan hidup di tengah situasi yang amat miris. “JIka tidak ada perhatian serius dari pemerintah, masyarakat akar rumput yang perut lapar ini akan berpotensi menimbulkan kerawanan sosial,” tegas Yusdi Diaz.

Sementara Satgas Covid-19 Flobamora Bali mengeluarkan link resmi utk mendata warga NTT di Bali yang mau pulang ke kampung halaman mereka. “Data warga ini akan kami sampaikan saat diminta oleh Gubernur Koster dan Gubernur NTT nantinya,” ungkap Ketua Satgas Beny Ule Ander.

“Mohon diviralkan. Basodara yang mau silahkan klik: https://flobamora-bali.com/_admin/dc19-nik/ atau dari www.flobamora-bali.com pada menu SIK -> Daftar Warga Terdampak COVID,” pinta Yusdi Diaz dalam akun Flobamora Bali.

Di akhir pertemuan, Frans Lebu Raya meminta kepada Gubernur Wayan Koster bahwa bantuan apapun kepada warga Flobamora dan NTT di Bali hanya lewat Flobamora Bali karena semua bersumber dari pendataan dan database online yang kini bisa dilihat perkembangannya oleh pemerintah NTT, pemerintah Bali dan pemerintah pusat.

“Terima kasih atas dukungan dan doa dari Basodara semua. Mari kita terus bekerja dan memberikan yang terbaik kepada sesama kita di tengah situasi sulit ini,” tutup Yusdi Diaz. (TIM/RN)

Komentar