oleh

Mantan Aktivis ’98 Kritik Sandiaga Uno

RADARNTT, Jakarta – Setelah Prabowo Subianto dan Edi Prabowo, kini Sandiaga Uno masuk dalam kabinet Indonesi Maju pimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin menuai kritikan keras mantan aktivis 1998 Joaquim Lede Rohi, ia menyayangkan kenapa mereka yang menggunakan Politik SARA sebagai alat utama, diberi tempat untuk ikut mengurus negara.

“Di mana ada proses pendewasaan demokrasi, jika perongrong demokrasi diberi ruang selebar ini?,” tegas pria asal Kupang Nusa Tenggara Timur yang akrab disapa Inho Rohi.

Menurut Mahasiswa Pasca Sarjana di Political Science, RUDN University Moscow, Russia, demokrasi yang baik harus bisa kasih tempat buat orang baik dan menghukum orang jahat. Agar orang tahu, bahwa ia harus punya rekam jejak yang baik untuk bisa memenangkan kontestasi demokrasi. “Itu konsepnya, itu cita-citanya,” tegas Inho.

“Jika orang yang rekam jejaknya penuh dengan fitnah dan rekayasa, pelanggar HAM, didukung fundamentalis kanan, tak segan gunakan isu SARA, diberi ruang, diapresiasi jadi Menteri, demokrasi terancam mati,” tegas Inho.

Dia menayakan, dengan merekrut semua biar suasana adem? “Demokrasi itu memang riuh dan lamban, penuh gesekan, itu konsekuensi alami. Itu pula sebabnya jaman Socrates dan Plato, demokrasi bukan pilihan utama,” jelas Inho.

Ia menyesalkan praktik politik seperti ini, apakah nantinya politik SARA akan jadi kelaziman? Bisa saja. “Toh para pelakunya baik-baik saja, dapat jabatan pula,” pungkasnya.

Sementara itu, Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti menilai masuknya Sandiaga Salahuddin Uno bergabung dalam Kabinet Indonesia Maju atas dasar saran dan keputusan Partai Gerindra.

Dilansir tribunnews.com, Ray Rangkuti mengungkapkan, setidaknya ada dua alasan Sandiaga Uno masuk kabinet.

Pertama, jika Sandiaga Uno memiliki kemampuan untuk menjadikan jabatannya sebagai magnet baru dari kursi kabinet, tentu berbasis kinerja dan prestasi.

“Sebab, jabatan di menteri pariwisata akan memudahkan SU berhubungan dengan kaum Milenial yang memang jadi pemilih mayortas pada pilpres yang akan datang,” ucapnya.

Kedua, kata Ray, jika tidak ada pergeseran jabatan di Gerindra, maka posisi Sandiaga Uno sebagai anggota kabinet akan menguatkannya di lingkungan partai.

“Hal positif ini bisa jadi pertimbangan,” ucapnya.

Selain itu, Ray menilai kemungkinan lain Sandiaga Uno menerima tawaran Menteri karena diminta langsung oleh Presiden Joko Widodo.

“Ada kemungkinan hal ini menjadi salah satu permintaan pak Jokowi. Sandiaga Uno masuk menjadi salah satu anggota kabinet,” pungkasnya. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan