oleh

Masuk Kategori Provinsi Sangat Inovatif, NTT Terima Penghargaan IGA 2020

RADARNTT, Jakarta – Keikutsertaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam ajang Innovation Government Award (IGA) adalah yang pertama kali dalam sejarah NTT.

Pemerintah Provinsi NTT mendaftarkan 142 inovasi dengan perolehan total skor kematangan inovasi sebesar 10.655 poin.

Hasil pemetaan IGA secara nasional menempatkan Provinsi NTT masuk dalam Provinsi Sangat Inovatif sehingga berhak menerima Tropi dan Penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Provinsi NTT menerima penghargaan Innovative Government Award (IGA) Tahun 2020 sebagai “Provinsi Sangat Inovatif” dalam acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Jumat (18/12/2020).

Penghargaan berupa piagam dan trofi tersebut diterima oleh Kepala Badan Penghubung NTT, Viktor Manek, mewakili Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat.

Adapun penilaian IGA tahun 2020 meliputi lima kategori penghargaan yang diberikan kepada kepala daerah yakni Provinsi Terinovatif, Kabupaten/Kota Terinovatif, Kabupaten/Kota Terinovatif kategori daerah Tertinggal, Kabupaten/Kota Terinovatif kategori Kawasan Perbatasan, dan Kabupaten/Kota Terinovatif kategori Provinsi Papua dan Papua Barat.

Dalam sambutannya, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) Kemendagri Agus Fatoni mengatakan, penilaian indeks inovasi daerah tahun 2020 adalah bentuk apresiasi Pemerintah kepada Pemda dalam penyelenggaraan pemerintahan yang inovatif.

“Pemberian penghargaan kepada pemerintah daerah dengan predikat sangat inovatif dan terinovatif, berdasarkan pengukuran indeks inovasi daerah Tahun 2020 merupakan apresiasi pemerintah terhadap semangat daya upaya serta keberhasilan pemerintah daerah dalam melaksanakan penyelenggaraan pemerintahan daerah dengan cara-cara inovatif,” tutur Agus.

Ia menambahkan, “Kemendagri melalui BPP telah melakukan tahapan penjaringan berupa penginputan data yang dilakukan oleh pemerintah daerah terhadap penerapan inovasi daerah yang dilaksanakan oleh daerah secara online sejak tanggal 14 Mei 2020 melalui aplikasi indeks inovasi daerah Kemendagri, aplikasi ini adalah aplikasi yang dibuat khusus dalam rangka penilaian indeks inovasi daerah dan dapat dilihat secara transparan oleh semua pihak.”

Adapun penghargaan dengan predikat sangat inovatif dan terinovatif tersebut, dinilai berdasarkan indeks inovasi daerah Tahun 2020, dengan tingkat partisipasi sebesar 89,3% atau 484 daerah.

“Pemerintah Provinsi yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 34 daerah atau 100%, kemudian pemerintah daerah kabupaten sebanyak 360 daerah atau 86,7% dan pemerintah kota sebanyak 90 daerah atau 96,7% dengan jumlah inovasi yang terlaporkan banyak 14.897 inovasi atau meningkat sebesar 85 persen dari tahun sebelumnya Tahun 2019 yakni sebesar 8.014 inovasi,” jelas Agus.

Ia menambahkan bahwa pengukuran indeks inovasi daerah mengikutisertakan 15 dewan juri dari Kementerian/Lembaga, media dan juga dari berbagai instansi dan lembaga kredibel lainnya.

Sebagai salah satu provinsi yang masuk kategori Provinsi sangat inovatif, Kepala Badan Penghubung NTT, Viktor Manek mengatakan bahwa pihaknya sangat bersyukur atas pencapaian tersebut.

Ia juga mengatakan bahwa kehadirannya pada ajang bergengsi tersebut mewakili Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat yang tidak bisa hadir.

Manek pun mengaku bahwa saat ini, Pemprov NTT terus berkreasi dan berinovasi untuk menjawabi tantangan zaman dan persaingan global.

Dijelaskan bahwa hal yang inovatif dari geliat pembangunan Provinsi NTT pada tahun 2020 adalah sinergitas pembangunan berkelanjutan di bawah grand design masyarakat ekonomi NTT dengan pariwisata dan budaya sebagai primer mover ekonomi NTT.

“Kehadiran saya pada IGA 2020 ini mewakili Gubernur NTT, bapak Viktor Bungtilu Laiskodat yang kebetulan tidak bisa hadir,” tutur Manek dan melanjutkan, “Untuk itu pula, kami berterima kasih kepada pihak Kementerian Dalam Negeri, para juri profesional, dan semua pihak yang telah mendukung progres pembangunan di NTT.”

Alumni Pascasarjana Universitas Indonesia ini juga mengatakan bahwa saat ini Provinsi NTT sedang mengembangkan sustainable tourism guna mendukung pariwisata Premium di Labuan Bajo dan pemerataan perputaran ekonomi di provinsi berbasis kepulauan tersebut. (nttbangkit/TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan