oleh

Meningkat Kasus Virus Korona, Dosen Kirim Petisi ke Presiden

RADARNTT, Jakarta – Akademisi yang juga pengajar Komunikasi Politik Universitas Pelita Harapan (UPH) Tangerang, Banten, Dr. Thomas Tokan Pureklolon, M.Ph., MM., M.Si menerbitkan Petisi Akademis di media sosial menyusul meningkatnya kasus virus korona (covid-19) di Indonesia.

Petisi itu disampakan juga kepada Presiden Joko Widodo melalui surat terbuka di media sosial dan beredar di kalangan wartawan di Jakarta.

Menurut Thomas ada dua poin usulan disampaikan dalam Petisi Akademis tersebut demi kebaikan bersama. Pertama, untuk membasmi virus korona yang sangat ditakutkan menular secara luas. Oleh karena itu, di atas kota Jakarta, di atas wilayah Banten ataupun di atas wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada umumnya, baiklah disemprot serum atau obat pembasmi korona.

Kedua, berdasarkan poin pertama di atas, ia menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo, memikirkan Angggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara darurat mengatasi virus korona.

“Petisi akademis yang saya sampaikan ini, demi kecintaan terhadap seluruh warga negara Republik Indonesia tercinta,” kata Thomas dalam keterangan yang diterima media ini di Jakarta, Kamis, (12/3/2020) malam.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyebutkan, data resmi Pemerintah Indonesia menunjukkan, hingga Rabu (11/3/2020), total pasien korona mencapai 34 orang. Para pasien itu berasal dari klaster penyebaran di dalam negeri dan kasus yang diimpor dari luar negeri.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, pihaknya telah menyiapkan rumah sakit khusus guna menangani pasien covid-19 yang terus meningkat. Lokasi rumah sakit ketiga itu berada di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau.

“Ya, itu kan untuk mengantisipasi kalau nanti wabah korona itu berada dalam kondisi yang sangat tidak kita inginkan,” ujar Muhadjir, Selasa (9/3/2020). (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan