oleh

Nicolau Lobato, Bintang yang Mati Muda

Nicolau dos Reis Lobato, lahir di Bazarete, Liquiçá, 24 Mei 1946–meninggal di Turiscai, Manufahi, 31 Desember 1978 pada umur 32 tahun adalah politikus dan tokoh nasional Timor Leste. Ia adalah pendiri dan wakil ketua ASDT, partai yang kemudian berubah nama menjadi Fretilin.

Fretilin merupakan kependekan dari Frente Revolucionária de Timor-Leste Independente yang dalam bahasa Portugis adalah sebuah gerakan pertahanan yang berjuang untuk kemerdekaan Timor Timur, pertama dari Portugal dan kemudian dari Indonesia, antara tahun 1974 dan tahun 1998. Pada awalnya, Fretilin bernama Associação Social Democrática Timorense (ASDT).

Setelah Proklamasi Kemerdekaan tanggal 28 November 1975 Nicolau dos Reis Lobato diangkat menjadi Perdana Menteri pertama Timor Leste. Pemerintahan yang singkat karena tiga tahun berselang perjalanan sejarah pun berubah.

Pendudukan Indonesia melalui Operasi Seroja atau Invasi Indonesia atas Timor Timur dimulai pada tanggal 7 Desember 1975 ketika militer Indonesia masuk ke Timor Timur dengan alasan anti-kolonialisme. Penggulingan pemerintahan Fretilin yang tengah populer dan singkat memicu pendudukan selama seperempat abad dengan kekerasan di mana sekitar 100-180,000 tentara dan warga sipil diperkirakan tewas atau menderita kelaparan.

Setelah kedatangan militer Indonesia, Nicolau dos Reis Lobato, bersama para pemimpin penting Fretilin lainnya, melarikan diri ke pedalaman Timor untuk berperang melawan pasukan pendudukan. Pada hari terakhir 1978 Lobato disergap oleh pasukan khusus Indonesia yang dipimpin oleh Letnan Prabowo Subianto (kemudian menantu Presiden Soeharto).

Nicolau dos Reis Lobato gugur di tangan TNI pada 31 Desember 1978. Dia dibunuh setelah ditembak di perut, dan tubuhnya dibawa ke Dili untuk diperiksa oleh pers Indonesia. Apa yang kemudian terjadi pada tubuhnya tidak diketahui, tetapi pemerintah Timor-Leste terus melanjutkan masalah ini dengan pemerintah Indonesia, sehingga jenazahnya dapat dikuburkan dengan layak.

Nicolau Lobato dijadikan pahlawan nasional Timor Timur. Bandara Internasional Timor Leste menggunakan namanya untuk menghargai perjuangannya yang diberi nama Bandar Udara Internasional Presidente Nicolau Lobato, bahasa Portugis: Aeroporto Internacional Presidente Nicolau Lobato.

 

(Sumber: wikipedia)

Komentar