oleh

Pendidikan Moral Pancasila Harus Masuk Kurikulum Sekolah

-News-609 views

RADARNTT, Borong – Pendidikan Moral Pancasila harus kembali dimasukkan dalam kurikulum sekolah pada jenjang pendidikan dasar sembilan tahun dan menengah.

Hal ini dikatakan Anggota DPRD provinsi Nusa Tenggara Timur dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Yohanes Rumat, saat memberi materi talk show bertema “Kami Ingin Pancasila Dalam Tindakan” memperingati Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2020 di SMA Negeri 3 Borong kabupaten Manggarai Timur.

Di hadapan para hadirin, Yohanes Rumat mengatakan, generasi sekarang hanya bisa menghafal Pancasila. Tetapi butir-butir penjabaran Pancasila sudah tidak dikenal oleh anak-anak sekolah.

Ia menuturkan pada zamannya sekolah dulu, dalam kurikulum sekolah terdapat mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila dan ini diajarkan pada pendidikan dasar sembilan tahun.

“Walau pun generasi kami sekarang sudah tua, tentu saja masih memahami dan mengerti butir-butir Pancasila dan butir-butir penjabarannya,” tutur Hans Rumat, sapaan anggota DPRD dua periode.

Menurutnya, di tengah perkembangan dunia moderen saat ini, Pancasila menghadapi banyak tantangan. Indonesia saat ini sedang berduka, tegas Rumat, disebabkan rendahnya pemahaman tentang penjabaran butir-butir Pancasila.

“Generasi milenial Indonesia saat ini mengaku Indonesia, tetapi sulit untuk memahami butir-butir penjabaran Pancasila, yang sebenarnya sudah kita implementasikan di setiap hari,” ujar Hans Rumat .

Lebih lanjut ia mengatakan, kesulitan memahami Pancasila oleh generasi muda sekarang disebabkan tidak termuatnya pedoman panduan penghayatan dan penjabaran moral Pancasila di dalam kurikulum sekolah.

“Sebelumnya sangat apresiasi kepada SMA Negeri 3 yang telah berani mengatakan kepada dunia bahwa kami Pancasila,” ungkap Hans Rumat.

Dirinya berharap agar kegiatan yang diselenggarakan itu, terus digelar setiap tahun. Sehingga melalui kegiatan itu, moralitas anak akan terbentuk.

Hans Rumat mengajak para hadirin untuk sama-sama terlibat membela negara dengan cara mempertahankan dan mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk turut memikirkan masa depan siswa siswi dari segi pembangunan sumber daya manusia di era digital.

Pada kesempatan sama, Kepala SMAN 3 Borong, Konstantinus Eferson Rada mengatakan, ingin mengembalikan pendidikan moral Pancasila kepada pembelajaran di sekolah.

“Kami berharap agar hal ini dapat diterima dan disampaikan ke pusat oleh bapak dewan komisi pendidikan agar pembelajaran moral Pancasila kembali diterapkan di sekolah,” ujar Eferson.

Untuk diketahui, kegiatan talk show dihadiri Bupati Manggarai Timur, Andreas Agas. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Manggarai Timur Basilius Teto, Kepala Kantor Kementerian Agama Manggarai Timur Reginaldus S. (GN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan