oleh

Pertama di Kota Kupang: Digital Asset Academy

-Ekonomi, News-4.019 views

RADARNTT, Kupang – ‘Tempus mutantur et nos mutamur in illis’. Demikian pepatah bahasa Latin yang berarti waktu berubah dan kita pun turut berubah di dalam waktu.

Di tengah gempuran pandemi Covid-19 yang seakan enggan berakhir, banyak jenis usaha yang terus tumbang karena tak mampu menahan efek dari gempuran Covid-19 tersebut.

Namun ada sebuah fenomena yang menarik adalah bahwa ada sejumlah jenis bisnis yang berkaitan dengan dunia digital yang malah berkembang pesat dan tahan terhadap gempuran Covid-19.

Di antara sekian banyak bisnis digital tersebut, salah satu yang kini sedang berkembang pesat di NTT yakni asset digital yang bernama Crowd1.

Melihat perkembangan team Crowd1 di NTT yang cukup pesat, maka sebagai bentuk apresiasi terhadap perkembangan Crowd1 di NTT maka pada tanggal 28 November 2020 bertempat di hotel On The Rock dilangsungkan training Mind Power Revolution yang dibawakan langsung oleh Master Coach Indonesia Dr. Sulistyo Putra dari Jakarta.

Dalam kesempatan yang sama, untuk pertama kalinya seminar Digital Asset Academy dilakukan di kota Kupang.

Selain itu dalam kesempatan tersebut, dilakukan pengukuhan dan pelantikan atas beberapa jabatan yang sudah berhasil diraih oleh team Crowd1 NTT.

Sistem rekrutmen Crowd1 yang umumnya diperkenalkan melalui media digital memang sangat cocok dengan zaman ini dimana merupakan sebuah trend baru masa kini dimana segalanya serba digital.

Untuk mengetahui apa itu Crowd1, kini ada banyak media yang bisa memfasilitasi untuk mengakses informasi seputar Crowd1. Dari sekian banyak fasilitas digital yang tersedia saat ini, informasi Crowd1 dapat diakses melalui instagram, FB, Telegram dan youtube.

Berdasarkan pengakuan Regional Direktur NTT Piter Yulianus Pello, Crowd1 masuk di NTT sekitar bulan April 2020 yang jaringannya berkembang cukup pesat hingga kini.

Dari jaringan Piter Pello, sudah menghasilkan beberapa member yang sudah mencapai level manager, coordinator dan team leader. Pencapaian level tersebut berpengaruh pula terhadap penghasilan yang diperoleh yang karenanya hal ini menjadi motivasi dan semangat untuk terus mengembangkan bisnis ini di NTT.

Berdasarkan pengakuan member NTT yang serius mengembangkan jaringannya, mereka semakin percaya dan yakin dengan bisnis ini, karena baru bergabung satu bulan penghasilan mereka sudah bisa mengembalikan modal awal mereka.

Sementara di jaringan NTT walaupun usianya belum mencapai setahun namun sudah ada member yang mendapatkan penghasilan di atas Rp20 juta per bulan.

Berdasarkan pengalaman yang diakui oleh para member NTT, bisnis Crowd1 tidak membutuhkan modal besar, orang berpunya ataupun mereka yang memiliki posisi tertentu dalam kehidupan bermasyarakat. Keberhasilan Crowd1 ditentukan oleh mereka yang berani mengambil keputusan untuk segera bergabung dan belajar mengembangkan jaringannya sesuai sistem Crowd1 secara konsisten.

Menurut seorang toko masyatakat NTT Kristo Blasin yang hadir dalam Digital Asset Academy tersebut sekaligus juga sebagai member Crowd1, mengakui bahwa crowd1 adalah sebuah revolusi bisnis jaringan yang memberikan keuntungan terbesar untuk para membernya.

Untuk bisa mengembangkan jaringan Crowd1 di NTT maka diperlukan sebuah keyakinan dan pemahaman yang memadai tentang Crowd1.

Dan untuk bisa memahami bisnis ini, seseorang perlu membeli paket Crowd1 terlebih dahulu dan setelah itu bisa mengakses berbagai informasi tentang bisnis Crowd1.

Memang dunia digital masih merupakan barang asing untuk sebagian besar masyarakat di NTT. Namun Crowd1 dengan jargon impossible is nothing bisa menjadi pintu masuk bagi masyarakat NTT untuk melek digital. Semoga. (bolanjawat)

Komentar

Jangan Lewatkan