oleh

PHK Pegawai Bank NTT Waingapu Tidak Wajar

-News-4.804 views

RADARNTT, Kupang – Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tentunya sesuatu yang tidak diinginkan oleh para pekerja dalam satu lembaga atau instansi, apalagi kalau kasus pelanggarannya dikategorikan adanya merugikan lembaga atau perusahaan.

Namun, ini sangat beda dengan apa yang dialami oleh Farida Agustina Wannaway mantan pegawai Bank NTT Cabang Waingapu Sumba Timur yang di PHK lantaran tidak masuk kantor (Mangkir) tanpa keterangan.

Mantan pegawai Bank NTT Agustina kepada radarntt.co belum lama ini, menceritakan kekesalannya atas perlakuan Pejabat Bank Daerah tersebut terhadap dirinya, kalau di PHK sesuai aturan dan undang undang perbankan mungkin bisa masuk akal.

“Saya tidak tau mereka pakai undang undang perbankan yang mana memberhentikan saya. Kalau saya ‘makan’ uang ya itu mungkin wajar, ini ko cuman mangkir saja, sementara ada oknum yang bermasalah yang lebih parah dari saya ko tidak di PHK, aneh, saya cuman mau keadilan saja.” tutur wanita berdarah Sumba Barat ini.

Selain di PHK, Agustina juga diminta oleh pihak Bank NTT untuk melunasi pinjaman pada Bank tersebut serta rekening Bank NTT milik Agustina, juga diblokir, sementara dirinya di non aktifkan sebagai Pegawai, dirinya juga sudah dua tahun menunggu kejelasan statusnya, apakah dipekerjakan kembali atau tetap di non aktifkan.

“Saya diberikan SP 1 (surat panggilan pertama) saya menghadap Pimpinan Cabang, dan minta agar jangan kasih pindah. Tapi karena tetap harus mutasi jadi  panggilan ke dua saya tidak menghadap,” demikian dikisahkan Agustina.

Sejak itu, dia melakukan pendekatan agar statusnya bisa kembali aktif bekerja, “Saya sendiri tanggal 11 Juli 2019 ke Kupang menghadap ke Kantor Pusat Bank NTT, disuruh oleh Kepala Sub Divisi SDM untuk buat surat permohonan kerja lagi, acuannya karena belum ada surat PHK, jadi berpikir masih menunggu itikad baik saya, karena memang tidak ada kasus curi uang,” tutur Agustina.

Pada bulan Januari 2020 Agustina kembali mendatangi Kantor Pusat Bank NTT di Kupang untuk meminta kejelasan statusnya, namun tidak ada yang bisa ditemui, dia ingin bertemu Direksi tapi disuruh ke Divisi SDM dan sampai di bagian SDM dia hanya disuruh menunggu tanpa ada panggilan.

“Saya mau ketemu direksi, tapi disuruh harus ke SDM, sampai di SDM cuma disuruh duduk menunggu, tapi sampai sore saya cuma duduk dan pulang tanpa diberikan kesempatan bertemu,” kata Agustina.

Ternyata pada bulan Maret 2020 Agustina menerima surat PHK dari manajemen Bank NTT. Surat keputusan nomor 042 tertanggal 18 Maret 2020, yang ditandatangani Direktur Utama Izhak Eduard dan Direktur Umum Yohanis Landu Praing, menyatakan bahwa Agustina telah dipanggil dua kali oleh pimpinan cabang Wiangapu namun mangkir.

“Bahwa Sdri Farida Agustina Wannaway telah dipanggil oleh Pimpinan Cabang Waingapu sebanyak 2 (dua) kali yakni pada tanggal 06 November 2018 dan tanggal 08 November 2018 namun tidak diindahkan oleh Sdri Farida Agustina Wannaway,” demikian bunyi poin kedua klausul menimbang dalam surat keputusan itu.

Bahwa sesuai ketentuan maka ketidakhadiran Sdri Farida Agustina Wannaway sebagaimana utaian di atas dikategorikan mengundurkan diri, untuk itu kepada Sdri Farida Agustina Wannaway perlu diberhentikan dari dan dalam kedudukan sebagai pegawai PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan