oleh

PMKRI, HMI dan LMND Desak Polda NTT Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Awololong

-News-1.250 views

RADARNTT, Kupang – Organisasi kepemudaan nasional, PMKRI Cabang Kupang, HMI Cabang Kupang dan LMND Eksekutif Kota Kupang mendesak Kepolisian Daerah (Polda) NTT agar segera menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi proyek Awololong.

Pasalnya, proyek destinasi wisata jembatan titian, kolam apung, restoran apung, pusat kuliner, dan fasilitas lainnya di pulau siput Awololong, kabupaten Lembata diduga merugikan negara miliaran rupiah. Dan penanganan kasus sudah pada tahapan terbitnya Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) dan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP), namun belum ada penetapan tersangka.

Hal itu disampaikan dalam Talk Show yang digelar oleh Amppera Kupang dan Front Mata Mera di depan Markas Polda NTT, Jalan Jenderal Soeharto Naikoten, Kota Kupang, Kamis (13/8/2020).

Perwakilan PMKRI Cabang Kupang, Hendrikus Florian Sola Suri pada kesempatan itu mengatakan, kasus Awololong di Lembata mirip dengan kasus NTT Fair yang belum lama ini menjerat sejumlah pejabat publik ke penjara.

“Kasus Awololong harus diusut tuntas oleh Polda NTT. PMKRI siap dukung. Walaupun langit akan runtuh, keadilan harus ditegakkan,” tutur pria yang akrab disapa Rino Sola.

Dia mendesak Polda NTT untuk segera menetapkan tersangka kasus Awololong. Pasalnya, sudah terbit Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) dan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP).

“Semoga dipercepat penetapan tersangka. Kiranya, berkas yang masih terkatung-katung entah itu di pihak kepolisian atau kejaksaan harus segera P21,” ucap alumni Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana Kupang.

Menyambung pembicaraan Rino, aktivis PMKRI Cabang Kupang, Robert Dagul kembali menegaskan agar Polda NTT segera menetapkan tersangka kasus korupsi proyek Awololong Lembata.

Pada kesempatan yang sama, Ketua LMND Eksekutif Kota Kupang, Denisius Pobas mengungkapkan, berbicara tentang korupsi memiliki pengaruh sangat besar pada penghasilan ekonomi masyatakan setempat. Korupsi merupakan salah satu kejahatan paling tinggi di republik ini.

“Proyek yang mangkrak serta tidak mengantongi Amdal merupakan kebijakan yang salah oleh Pemda Lembata maka perlu ditolak karena bukan lahir dari keinginan dari rakyat namun kepentingan segelintir orang,” tegas Denisius.

Untuk itu, lanjutnya, selaku organisasi LMND menyatakan sikap untuk kita bersama menuntaskan kasus dugaan korupsi proyek Awololong.

Mewakili Ketua HMI Cabang Kupang, Kabid KPP, Afik Tali diawal pembicaraannya menyampaikan apresiasi kepada Amppera Kupang dan Front Mata Mera yang mempunyai sense of belonging terhadap Kabupaten Lembata.

Semangat ini harus terus dijaga. “Kita sebagai pemuda dan mahasiswa tidak hanya melihat persoalan-persoalan korupsi di Kabupaten Lembata namun menjadi perhatian bersama untuk daerah-daerah yang lain,” kata Tali.

Ia menambahkan, jika Amppera Kupang dan Front Mata Mera menginginkan data dan massa, HMI Kupang siap bantu. “Kapanpun dan di manapun HMI siap,” tambahnya.

Usai Talk Show, perwakilan organisasi nasional di Kota Kupang itu menandatangani petisi pada kain bertuliskan: Segera Tetapkan tersangka dugaan korupsi proyek Awololong Lembata.

Dihubungi terpisah via WhatsApp, Kabid Humas Polda NTT, Kombes Johanis Bangun belum memberikan tanggapan atas tuntutan lambannya penetapan tersangka kasus dugaan korupsi proyek Awololong. (EB/TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan