oleh

Polda Jabar Naikkan Kasus Sunda Empire dari Penyelidikan ke Penyidikan

RADARNTT, Jakarta – Polda Jawa Barat menaikkan kasus Sunda Empire dari Penyelidikan ke penyidikan. Dengan begini, polisi tengah menelusuri perkara pidana tersebut.

“Sudah naik ke tingkat penyidikan,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga, Senin (27/1/2020).

Kombes Erlangga mengatakan hingga kini belum ada tersangka dalam perkara Sunda Empire. Polisi masih akan menggali keterangan dari saksi-saksi.

“Belum, belum nanti kita panggil dulu saksinya lagi, masih butuh keterangan lanjutan,” ucapnya.

Polda Jawa Barat sebelumnya telah menerima info terkait kegiatan kelompok ‘Sunda Empire’ yang viral di media sosial. Polda Jabar memastikan akan melakukan pendalam terkait kegiatan kelompok tersebut.

“Ya dari direktorat reserse umum polda jabar terkait info tersebut kita sudah terima dan melakukan pendalaman dengan kasus terkait,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga, Jumat (17/1/2020).

Kelompok Sunda Empira membuat heboh warganet belakangan ini. Dalam sebuah video di akun youtube Sunda Empire. Kelompok ini menggelar sejumlah kegiatan seperti upacara dan lain-lain.

Adapun kegiatan ini disebut berlangsung di Lapangan Gasibu Bandung. Unggahan itu diberi judul ‘Aniversary WDB (World Development Bank). Kombes Erlangga mengatakan masih melakukan pendalaman lebih lanjut.

Dilansir tribunjabar.id, seorang petinggi Sunda Empire, Nasri Baks akan kembali menjalani pemeriksaan di Polda Jabar pada, Selasa 28 Januari 2020 besok.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Suhartiyono mengatakan, laporan kasus Sunda Empire sudah ditingkatkan menjadi penyidikan. Pihaknya pun dalam waktu dekat akan segera menetapkan tersangka.

“Untuk tersangka, tunggu pemeriksaan besok. Besok ada pemeriksaan lagi, salah satunya NB,” ujar Hendra Suhartiyono, saat dikonfirmasi, Senin (27/1/2020).

Menurut Hendra, tersangka nantinya akan dijerat pasal 14 dan 15, UU no 1 tahun 1946, tentang penyebaran berita bohong yang membuat keonaran, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. (Humas Polri/TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan