oleh

Politisi NasDem, Sahroni: Kapolri Boleh Nonmuslim, Yang Penting Kapabilitas

-Nasional, News-1.195 views

RADARNTT, Jakarta – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni yang juga Bendahara Umum DPP Partai NasDem menuturkan tidak apa-apa jabatan Kapolri dipimpin keluarga dari nonmuslim, menurutnya yang terpenting adalah kapabilitas dan komitmen kebangsaan.

“Jabatan Kapolri boleh-boleh saja dari non muslim selama kapabilitasnya memang bagus,” kata Sahroni di Jakarta Senin, (23/11/2020).

“Polri merupakan instrumen negara untuk Kamtibmas. Jadi, menurut saya nggak masalah jabatan Kapolri dipimpin oleh keluarga dari nonmuslim,” ucap Ahmad Sahroni

Menurut Sahroni, siapapun berhak memimpin jabatan Kapolri. Tidak boleh ada yang melarang sebab Polri milik negara bukan milik pribadi.

“Lembaga Polri ini kan milik negara, bukan milik pribadi. Sehingga semua warga bangsa Indonesia berhak menjadi Kapolri,” kata politisi NasDem

Selain itu, Ia mengatakan, yang terpenting adalah kapabilitasnya, loyalitasnya, semangatnya untuk memajukan dan mempertahankan Kamtibmas negeri ini.

Rotasi kepemimpinan Polri dilakukan oleh karena jabatan Jenderal Idham Azis yang sebentar lagi akan selesai.

Dilansir CNN Indonesia, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhyiddin Junaidi menganggap aneh bila Kapolri pengganti Jenderal Idham Aziz nantinya dijabat oleh seseorang yang bukan beragama Islam atau nonmuslim.

Meski Indonesia bukan negara Islam, Muhyiddin berpendapat sangat aneh bila pemimpin aparat keamanan berlatar belakang nonmuslim memimpin penduduk Indonesia yang mayoritas beragama Islam.

“Seorang pemimpin nonmuslim mengendalikan keamanan negara di mana mayoritas penduduknya muslim adalah sebuah keanehan dan tugasnya pasti amat berat,” kata Muhyiddin kepada CNNIndonesia.com, Rabu (25/11/2020. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan