oleh

Proyek Bendungan Wae Reca Manggarai Timur Dihantam Banjir

RADARNTT, Borong – Proyek lanjutan pembangunan jaringan irigasi dan bendungan suplesi Daerah Irigasi Wae Dingin desa Nanga Labang, kecamatan Borong, kabupaten Manggarai Timur yang sedang dikerjakan PT Permata Maju Jaya sudah tiga kali dihantam banjir dalam dua bulan terakhir.

“Selama bulan Oktober sampai bulan November ini di lokasi kerja proyek bendungan Wae Reca sudah terjadi banjir tiga kali. Yang paling besar itu banjir pada Minggu kemarin tanggal 1 Nopember 2020,” demikian kata Marianus Bagung, ST selaku Site Manager, saat ditemui media ini di ruang kerjanya, Senin (9/11/2020).

Diceritakannya, banjir pada tanggal 1 Nopember telah membawa beberapa alat kerja dan beberapa bagian pengerjaan yang masih dikerjakan terbawah banjir dan terendam lumpur sisa banjir.

“Hal tersebut tidak membuat kami patah semangat, dan kami tetap semangat hingga tuntas,” tutur Manager berusia 36 tahun itu.

Terpantau media ini dilokasi kerja, tampak puluhan pekerja masih serius mengerjakan sesuai bidang kerjanya. Sejumlah pekerja masih mengerjakan membersihkan material lumpur beberapa hari sebelumnya.

Terdapat beberapa galian yang hampir rampung untuk penimbunan material urugkan, seperti lokasi jalur alih sungai telah tersapu banjir, namun hal tersebut telah diperbaiki oleh pihak PT Permata Maju Jaya.

“Kita masih terus fokus dan kerjakan dan hampir selesai, penggalian irigasi juga sudah dan breker serta pembuatan cetakan irigasi hampir selesai. Kita target cepat dibagikan pemanfaatan bagi para petani,” ungkap Marianus.

Dikatakannya, beberapa titik terdapat kerusakan fasilitas jalan telah kita komunikasi dengan pihak dinas pengkerjaan umum dan perumahan rakyat kabupaten Manggarai Timur. Kita tetap akan bertanggung jawab untuk memperbaiki.

“Kami meminta maaf kepada seluruh warga di sekitar lokasi proyek yang masih dikerjakan ini, bila ada dibeberapa titik terjadi kerusakan fasilitas umum seperti jalan, dan mohon dukungan dari masyarakat petani agar pengerjaan ini selesai sesuai dengan waktu yang ditentukan, dan para petani sawah kembali bekerja sawah, ” tutur Marianus.

Marselinus Ma’at, salah seorang pekerja asal RT 09 desa Nanga Labang saat ditemui di lokasi kerja, kepada media bahwa terkait pengerjaan proyek jaringan irigasi dan bendungan Wae Reca telah memberikan pekerjaan bagi warga sekitar.

“Kami sangat bersyukur dengan pekerjaan ini. Kami mendapat pekerjaan dan upah yang lebih dari cukup sehingga masih bertahan hidup walaupun badai pandemi covid melanda.” ungkap pria yang kerap disapa Ino itu.

Selain pekerja buru kasar, kata Ino, semua material lokal seperti kayu dorken juga dibeli dari masyarakat sekitar.

Ino mengakui pengalaman pahit selama bekerja itu adalah cuaca dan musim penghujan yang juga menghalanginya mengais rejeki dari sebagai kuli bangunan.

“Kami akhir akhir ini terhalang hujan yang menyebabkan banjir. Kalau banjir tiba, kami stop bekerja dan semua pekerjaan kami terganggu oleh material banjir dan akan mengerjakan kembali setelah banjir”, tutup Ino.

Pada tempat terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Manggarai timur, Mikael Jaur, mengatakan musim penghujan sudah berlangsung bulan September hingga kini. Dan musim penghujan tahun ini tentu berpotensi  bencana daerah.

Selain bencana longsor, bencana banjir juga tidak luput pada musim penghujan yang sedang berlangsung.

“Sekarang ini marak terjadi bencana alam yang disebabkan oleh curah hujan yang tinggi. Kalaupun di dataran rendah atau pesisir pantai tidak hujan, tentu di daerah pegunungan tetap hujan dan akan terjadi banjir,” tutur Mikael.

Dirinya menghimbau kepada seluruh  warga masyarakat Manggarai Timur serta para pekerja proyek saluran irigasi dan bendungan Wae Reca untuk tetap waspada terhadap bencana banjir, longsor, dan cuaca buruk seperti petir.

Wae Reca merupakan sungai yang melintasi pemukiman warga dan lokasi pengerjaan proyek bendungan dan irigasi, hendaknya para pekerja juga tetap hati- hati waspada bencana,. Pasalnya, kata Mikael, kita tidak tahu kapan datangnya bencana.

“Bila bencana banjir telah menyebabkan kerugian dan kerusakan atau kehilangan alat atau merugikan pihak pekerja, mohon untuk dilaporkan kepada pemerintah, agar kita koordinasi dengan propinsi dan pusat,” tutup Mikael Jaur.

Untuk diketahui, proyek yang dikerjakan PT Permata Maju Jaya dengan nomor kontrak: HK.02.01SNVT PJPA NT.II/IRR.II/ 51. Bersumber dari Anggaran Pendapan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2020 dengan pagu dana Rp20 miliar lebih dikerjakan selama 276 hari Kerja. (GN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan