oleh

PT Flobamor Dililit Hutang Manajemen Lama

-News-591 views

RADARNTT, Kupang – PT Flobamor belum bisa memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada Pemerintah Provinsi NTT tahun 2019 karena masih melunasi beban hutang warisan manajemen lama sebesar Rp 2,870 Miliar.

Demikian hal ini disampaikan Direktur Utama PT Flobamor, Agustinus Zadriano Bokotei dalam Laporan Kinerja Tahun 2019 yang disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi III DPRD NTT pada Kamis, (2/7/2020).

Menurut Bokotei, semestinya PT Flobamor sudah bisa memberikan deviden sebesar Rp 2,870 Miliar pada tahun 2019, tetapi hal ini tidak bisa dilakukan karena manajemen lama mewariskan hutang pajak dan hutang pinjaman di Bank NTT.

“Sehingga manajemen baru PT Flobamor harus melunasi hutang pajak tahun pajak 2013, 2014, 2015 sebesar Rp 1,8 Miliar dan Hutang Pinjaman di Bank NTT sebesar Rp 1,070 Miliar setiap tahun,” tegasnya.

Sekretaris Komisi III DPRD NTT, Inosensius Fredy Mui memberikan dukungan kepada manajemen baru PT Flobamor untuk melakukan penataan ulang manajemen usaha dan perbaikan kinerja.

Fredy Mui juga mendesak agar segera dilakukan audit investigasi atas persoalan PT Flobamor yang ditinggalkan manajemen lama, agar persoalan ini tidak menjadi beban manajemen baru.

Fredy Mui optimis dengan keseriusan manajemen baru PT Flobamor, akan semakin lebih baik sehingga ikut memberikan kontribusi bagi PAD NTT walaupun tanpa penyertaan modal.

“Kita berharap dengan adanya keseriusan manajemen baru PT Flobamor akan membawa perubahan bagi kemajuan usahanya,” tegas Fredy Mui. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan