oleh

PT Jamkrida NTT Fokus Pemberdayaan UMKM

-News-422 views

RADARNTT, Kupang – PT Jamkrida NTT konsisten melakukan pemberdayaaan usaha produktif bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan memberikan penjaminan paling sedikit 25 persen dari total nilai penjaminan, sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 2 Tahun 2017.

Demikian hal ini disampaikan Direktur Utama PT Jamkrida NTT, Ibrahim Imang, pada Kamis (11/6/2020) di Kupang.

Ibrahim Imang, didampingi Direktur Operasional, Octaviana Ferdiana Mae, menjelaskan, untuk tahun 2020 ditargetkan sebanyak 20 ribu UMKM namun sampai saat ini baru 10.775 UMKM mendapat penjaminan kredit dari PT Jamkrida NTT. Jumlah itu tersebar di 22 kabupaten/kota dengan nilai kredit bervariasi mulai dari Rp 2.500.000, dan jumlah nilai penjaminan saat ini sebesar Rp 579 Miliar.

“Jenis usaha yang dikelola UMKM bervariasi; usaha tenun ikat, perdagangan, perkiosan, penjualan sembako, usaha pertanian, peternakan, perikanan dan lain-lain,” jelas Imang,.

Prinsipnya semua jenis usaha yang digeluti masyarakat dan memenuhi syarat kredit Bank maupun Koperasi. “Semua usaha yang akses kredit di mitra kita di Bank maupun Koperasi, kita layani,” imbuhnya.

Ibrahim Imang mengatakan, PT Jamkrida NTT juga bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) yang fokus untuk UMKM, prinsipnya lembaga ini hadir untuk melindungi UMKM, menjadi penghubung UMKM dan Bank.

“Karena Bank sangat hati-hati dalam melihat prospek usaha dan nilai profit UMKM. Kita di NTT kebanyakan UMKM punya usaha produktif tetapi tidak bankebel, karena tidak memenuhi syarat kredit Bank, sehingga PT Jamkrida NTT hadir untuk menjembatani,” tegasnya.

PT Jamkrida NTT, kata Imang, selain memberi deviden kepada Pemerintah juga fokus mendorong pertumbuhan dan perkembangan UMKM di NTT, agar bisa mencapai target 20 ribu UMKM tahun ini, dan bisa mendapat penjaminan kredit usaha di Bank maupun Koperasi.

Terkait penyertaan modal, Ibrahim Imang menjelaskan, PT Jamkrida NTT mendapat penyertaan modal dari APBD Provinsi NTT sebesar Rp 75 Miliar. Selain itu, ada dari Gabungan Koperasi Pegawai Negeri Republik Indonesia (GKPRI) sebesar Rp 250 juta.

Ibrahim Imang mengatakan, perlu dukungan penjaminan kredit UMKM agar mendorong pengembangan usaha produktif berbasis potensi lokal dan peningkatan skala usaha yang lebih besar, PT Jamkrida NTT membutuhkan tambahan penyertaan modal dari Pemerintah Provinsi.

Sebelumnya, Direktur Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pusat menegaskan bahwa peran Jamkrida sangat bermanfaat bagi pengembangan sektor riil dalam membangun hubungan kerja sama yang baik dengan lembaga keuangan, untuk memberikan jaminan kredit perbankan kepada UMKM.

Jamkrida juga dapat melakukan intermediasi perbankan guna memperoleh dukungan keuangan bagi usaha mikro dan koperasi sehingga mampu menciptakan kemajuan.

“UMKM dan koperasi harus bisa maju untuk mendorong peningkatan ekonomi kerakyatan yang lebih baik,” ungkapnya. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan