oleh

Putra NTT Kapolres Tolikara, Papua

-News-8.665 views

KEPALA Kepolisian Daerah Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw berjalan di depan ruang Sidang Paripurna DPR RI. Waterpauw menghadiri prosesi pengesahan nama Irjen Pol Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D. sebagai Calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia dalam Rapat Paripurna DPR RI beberapa tahun lalu. Nama Tito segera dikirim ke Presiden untuk dilantik sebagai Kapolri.

Waterpauw hadir sebagai Kepala Kepolisian Daerah Papua dalam acara tersebut. Ruang Rapat Paripurna di Lantai 3 Gedung Nusantara 2 kala itu terbilang ketat. Keluar masuk ruang sidang peripurna hanya untuk para anggota DPR/MPR RI.

Usai Rapat Paripurna DPR kala itu, para staf anggota DPR/MPR boleh diijinkan pihak Pengamanan Dalam (Pamdal) DPR masuk dalam ruang. Waterpauw jadi salah seorang yang dikerubuti wartawan usai sidang. Saya beruntung bersua langsung dengan beliau di dalam ruang paripurna.

“Ijin, kaka. Saya salah satu staf anggota DPR. Pernah juga membantu teman anggota DPR Dapil Papua. Boleh foto dengan kaka sebentar kah,” kata saya. “Ko dari Kupang kah Flores?,” tanya Waterpauw. “Saya dari Lembata, sebelah Adonara. Adonara dan Lembata itu berada di ujung timur Flores,” jawab saya singkat.

“Masyarakat NTT di Papua banyak. Banyak jadi guru, buruh, dan petani di pedalaman Papua. Dorang rajin dan orangnya pintar-pintar,” kata Waterpauw, putera asli Papua. “Kakak Blasius Minggu Gawen tugas sebagai Wakil Kepala Polres Asmat,” kata saya kepada Waterpauw.

Satu hal yang membuat saya bangga, Waterpauw tipikal sosok yang komunikatif. Sempat muncul keraguan dalam hati saya. Apakah saya bisa ngobrol sejenak dengan beliau di sela-sela sidang paripurna tersebut. Tak sulit. Hal yang saya alami saat bersua dengan Irjen Pol Dr. Petrus Golose, yang saat ini jadi Kapolda Bali. Golose malah berbicara fasih Bahasa Tetun tatkala saya dan rekan Soares, rekan dari Timor Leste.

“Saya lama bertugas di Timor Timur sebelum berpisah,” kata Golose. Baik Waterpauw dan Golose di mata saya tergolong perwira hebat dan akrab kalau ngobrol.

Putra Adonara

Tentang kisah orang asal Nusa Tenggara Timur, termasuk Adonara dan Lembata, yang rajin, hebat, dan pintar di tanah Papua mengingatkan saya pada Sekretaris Papua Dr T Hery Dosinaen. Hery pernah mengabdi sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Puncak Jaya tatkala Lukas Enembe, Gubernur Papua, masih menjabat sebagai Bupati Puncak Jaya sebelum terpilih jadi Gubernur Papua. Lukas adalah pria asli Tolikara, Papua.

Selain Dosinaen, ada juga sosok AKBP Dr Yuvenalis Takamully SH, MH, pria asal kampung Nihaone, Desa Lebanuba, Kecamatan Ile Boleng, Adonara, Flores Timur, yang lama mengabdi sebagai anggota polisi di Polda Papua.

“Om Taka sudah lama mengabdi di Polda Papua. Pernah jadi Kaur Reskrim Polsek Abepura. Kemudian sempat jadi Kapolsek Jayapura Selatan dan lama menjabat Kasat Reskrim Polresta Jayapura,” kata Julia Odeodata Vanduk, jurnalis asal Ende yang lahir dan besar di Jayapura saat berdua ngobrol.

Gusty Masan Raya, Pemimpim Redaksi Papua Bangkit mengaku pihaknya juga baru tahu AKBP Dr Y. Takamully, SH, MH, didapuk jadi Kapolres Tolikara, kampung halaman atau tempat kelahiran Gubernur Lukas Enembe. Masan Raya, wartawan asal Adonara, pun mengaku tak tahu banyak sosok polisi Takamully.

Masan Raya, eks seminaris dan lulusan Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero, Maumere, Flores, juga tak tahu banyak perjalanan penggabdian AKBP Y Takamully di wilayah hukum Polda Papua. Taka, ujar Masan Raya, kabarnya pernah menjabat Kaur Reskrim Polres Jayapura, Kasat Reskrim Polresta Jayapura.

“Kalau tak salah ama Taka lama dinas di bagian intel Polres Jayapura Kota. Ama Taka juga pernah menjabat Wakil Kepala Polres Mimika. Hari ini beliau dilantik Pak Kapolda Papua sebagai Kapolres Tolikara,” kata Masan Raya.

Oleh: Ansel Deri

Komentar

Jangan Lewatkan