oleh

Realisasi Anggaran PEN Hampir 50 Persen

RADARNTT, Jakarta – Secara kumulatif distribusi anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) per 19 Oktober 2020 sudah mencapai Rp344,43 triliun atau hampir separuh dari total anggaran sebesar Rp695,2 triliun. Hingga akhir tahun, ditargetkan penyerapan anggaran dapat bertambah minimal Rp100 triliun.

“Kami memiliki target untuk menyalurkan minimal 100 triliun hingga akhir Desember untuk menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal empat,” papar Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional (PEN), Budi Gunadi Sadikin pada Konferensi Pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10/2020).

Khusus untuk empat sektor yang jadi fokus utama Satgas PEN, yaitu Perlindungan Sosial, Dukungan UMKM, Sektoral Kementerian/Lembaga dan Pemda (K/L/D), serta Pembiayaan Korporasi, realisasi penyerapan anggarannya mencapai Rp 286,93 Triliun per 19 Oktober 2020.

“Sektor K/L/D menjadi sektor dengan realisasi yang relatif lebih rendah dibanding realisasi sektor lainnya, sehingga kami sangat mengapresiasi inisiatif dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang telah memulai implementasi program pemulihan ekonomi nasional di sektor pariwisata, yang kita semua tahu merupakan salah satu sektor yang paling terdampak oleh Covid-19,” imbuhnya.

Secara detail, penyerapan anggaran PEN pada sektor Kesehatan mencapai realisasi Rp27,82 triliun atau 31,78% dari pagu anggaran Rp87,55 triliun, sektor Insentif Usaha mencapai Rp29,68 triliun atau 24,61% dari pagu anggaran Rp29,68 triliun, sektor Perlindungan Sosial mencapai Rp167,08 triliun atau 81,94% dari pagu anggaran Rp 203,90 Triliun.

Lebih lanjut, sektor UMKM mencapai Rp 91,84 triliun atau 74,39% dari alokasi anggaran Rp 123,46 triliun, sektor K/L/D mencapai Rp 28,00 triliun atau 26,39% dari alokasi anggaran Rp106,11 triliun, serta sektor Pembiayaan Korporasi dengan alokasi anggaran Rp 53,6 triliun masih melakukan finalisasi program. (PEN/VNP/MJS)

Komentar

Jangan Lewatkan