oleh

Risaldus Weka Menang KO Ronde Kedua

RADARNTT, Jakarta – Risaldus Weka berhasil memenangkan pertarungan bergengsi Mixed Martial Arts (MMA) yang diselenggarakan di Istora Senayan, Jakarta dan disiarkan langsung oleh stasiun televisi swasta TVOne, Sabtu, (28/11/2020), pukul 23:00 Wita.

Risaldus Weka (25) menang KnockOut (KO) atas Muhamad Rofit di ronde kedua, partai keempat. Untuk mengalahkan sang lawannya, Risal tidak membutuhkan waktu yang cukup lama.

Melalui sambungan selular usai pertandingan, kepada media ini, Minggu (29/11/2020) sekitar pukul 01:00, pria berjuluk ‘The Kraeng’ itu mengatakan bahwa kemenangan yang diraihnya dengan KO merupakan hal yang sangat luar biasa dan tidak dalam perencanaan.

“Saya kan sebelumnya sudah mengatakan bahwa pertarungan ini tentu saya tidak memasang target tinggi. Dan hal ini disebabkan oleh, lawan main saya Muhamad Rofit adalah petarung yang hebat juga,” aku Risal.

Dia mengatakan, dalam pertarungan itu, selama ronde pertama, dirinya betul betul tidak banyak memukul karena banyak belajar teknik lawannya. Risal mengakui, dalam ronde pertama lawannya (Muhammad Rofit, red.) bermain baik dan menggunakan teknik yang profesional.

Namun, kata Risal, hal itu dipelajarinya dan dalam ronde kedua, dirinya mendapat kesempatan dari lawan.

“Awalnya saya tidak melakukan pukulan, karena saya masih belajar teknik yang sedang dimainkan lawan, namun dalam ronde kedua, rupanya kesempatan itu ada dan lawan main saya sedikit lengah, disitu saya masuk dengan teknik profesional saya hingga KO,” tutur Risal.

Ia mengatakan, kemenangan ini merupakan persembahan terbaik untuk kita semua melalui proses yang tidak gampang. Hal itu, kata Risal, merupakan berkat doa dan dukungan dari semua pihak, terutama bapak dan mama serta keluarga yang turut mendoakan.

“Terima kasih kepada papa dan mama yang telah bersusah payah membesarkan saya hingga pada titik ini. Terima kasih juga kepada keluarga, teman teman, para pendukung dan pemerintah kabupaten Manggarai Timur yang telah mendukung dan mendoakan saya,” ujar Risal.

Berkat doa kalian semua, maka malam ini, saya tampil dengan sangat bagus dan luar biasa.

Risal mengatakan, setelah pertarungan malam ini, dia akan melanjutkan latihan untuk persiapan pertarungan berikutnya. Diinformasikannya, pertarungan berikutnya akan berlangsung bulan Februari nanti.

“Setelah ini, saya lanjut latihan lagi lebih gigih dan keras. Karena saya akan bertarung lagi di bulan Februari nanti,” tandas Risal.

Untuk lawan main dalam pertarungan bulan Februari, Risal sudah mendapatkan informasinya bahwa pertarungan tersebut tentu di kelas 65 kilogram.

“Saya sudah dapat informasi siapa lawan main saya nanti bulan Februari tahun 2021. Saya akan bertarung dengan petinju profesional dan juga juara,” ungkap Risal.

Dalam persiapan kedepannya, menuju pertarungan bulan Februari, tutur Risal, ia sangat membutuhkan dukungan dan motivasi dari teman teman, keluarga dan pemerintah.

“Saya harus bersiap diri dengan matang, selain latihan, tentu pola makan juga harus diatur, sebab itu nanti masuk kelas saya yakni kelas 65 kilo gram,” ujar Risal.

Kalaupun pihak keluarga, pemerintah akan membantu saya dan mendukung saya, tentu saya buka kesempatan dan siap menerima dukungan itu, tandasnya.

Risal berharap, pemerintah bisa mendukungnya. Ia berharap agar pemerintah Manggarai Timir juga harus bisa memberi ruang kepada generasi muda yang memiliki bakat dibidang olah raga.

“Saya berharap, nanti pas pulang libur, pemerintah kabupaten Manggarai Timur ada organisasi olahraga akan memberi ruang untuk saya, agar bisa memotivasi dan memberi seminar bagi adik-adik yang memiliki bakat di bidang olahraga,” kata Risal.

Ia menyarankan pemerintah daerah agar memberi ruang kepada anak muda berusia 10-15 tahun yang memiliki bakat di bidang olahraga tinju atau tinju bebas untuk dipersiapkan sejak awal agar menghasilkan atlit atlit muda profesional.

Kepada pemuda seluruh Manggarai Timur, Risal mengatakan, jikalau ada bakat di bidang olahraga, silakan dikembangkan. Ada tempat untuk terapkan melalui pelatihan dan pertarungan yang luar biasa.

“Jangan nakal dan berkelahi di kampung dengan saudara sendiri itu tidak baik. Kalau betul betul ingin kertarung, kita ada tempat khusus yakni ring atau panggung tinju,” tutup Risal. (GN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan