oleh

Sembari Menitiskan Air Mata, Kristien Pati Bicara Nasib Calon PMI di Penampungan

-News-575 views

RADARNTT, Kupang – Sambil menitiskan air mata Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi NTT. Kristien Samiyati Pati membicarakan nasib sekitar 145 Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal  Sumba yang terkatung-katung dalam penampungan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) di Kota Kupang.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPRD NTT bersama Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Koperasi Provinsi NTT, BP2MI Kupang dan Imigrasi Kelas I Kupang, Selasa (9/6/2020) pagi di Ruang Rapat Kelimutu dengan agenda pokok Pemulangan PMI asal NTT di tengah pandemi Covid-19.

Setengah terisak, Kristien Pati mengungkapkan, ada 145 Calon PMI asal Pulau Sumba yang sudah sekitar enam bulan ditampung tanpa penghasilan dan sering mendapat perlakuan yang kurang manusiawi oleh perusahaan di Kota Kupang.

“Untuk makan saja mereka kadang hanya makan super mie mentah, belum lagi kebutuhan lainnya tidak mendapat perhatian,” tutur Kristien Pati.

Dia meminta pemerintah melalui Dinas Nakertranskop NTT agar memberikan perhatian seirus untuk segera memulangkan para Calon PMI ke kampung asal di Sumba karena kondisi saat ini mereka belum bisa dikirim ke negara tujuan untuk bekerja akibat pandemi Covid-19.

“Mereka jangan diminta ganti rugi oleh perusahaan karena bukan karena mengundurkan diri, tetapi karena  kondisi yang tidak memungkinkan mereka tidak bisa diberangkatkan ke negara tujuan,” tegasnya.

Karena ada pengalaman para Calon PMI tertipu dan menandatangani pernyataan untuk membayar ganti rugi kepada perusahaan, padahal mereka tidak ada pekerjaan dan penghasilan selama di penampungan perusahaan.

Kristien Samiyati Pati, juga meminta pemerintah meningkatkan koordinasi berbagai pihak terkait agar pemulangan PMI asal NTT tidak mengalami kendala dan masalah.

Terkait pemulangan PMI asal NTT yang berjumlah sekitar 5000, Kristien Pati, menegaskan bahwa kedatangan PMI akan menambah pekerjaan menyiapkan lapangan pekerjaan bagi ribuan orang yang datang, karena secara langsung akan menambah jumlah pengangguran di NTT.

“Pemerintah perlu menyiapan skema program yang bisa membantu para PMI yang pulang kampung melalui bantuan modal usaha produktif bagi mereka,” imbuh Politisi Partai NasDem.

Pada kesempatan itu, Plt Kepala Dinas Nakertranskop Provinsi NTT, Sylvia Peku Djawang menegaskan akan segera menindak tegas perusahaan yang masih nakal dan memperlakukan tidak manusia Calon PMI. Pihaknya juga segera berkoordinasi untuk pemulangan PMI dan Calon PMI ke tempat asal masing-masing dalam beberapa skema yang sudah disiapkan pemerintah. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan