oleh

SMAK Giovanni Kupang Terus Maksimalkan Pembelajaran Daring

-News-323 views

RADARNTT, Kupang,– Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) Giovanni Kupang terus berupaya memaksimalkan sistem pembelajaran dalam jaringan (Daring) di masa tatanan normal baru. Hal ini disampaikan Kepala Sekolah SMAK Giovanni Kupang, Romo Drs. Stefanus Mau, Pr di ruang kerjanya, Selasa, (6/10/2020).

Dalam penjelasannya, Romo Stef Mau mengungkapkan bahwa dalam menghadapi pembelajaran secara daring saat awal masa pandemi, terlihat para guru dan siswa seperti kurang siap. Namun, lanjutnya, lewat berbagai upaya yang terus dilakukan oleh sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan selama masa Covid-19, akhirnya proses pembelajaran secara daring dapat berjalan baik sampai saat ini.

“Awalnya pembelajaran secara daring mengalami banyak kendala baik guru maupun siswa. Namun, perlahan-lahan semua itu bisa teratasi, bisa dikatakan pembelajaran daring SMAK Giovanni Kupang sampai saat ini 90 % berjalan efektif,” ungkapnya.

Dalam upaya meminimalisir kendala yang dihadapi dalam pembelajaran daring, SMAK Giovanni Kupang terus melakukan pelatihan-pelatihan kepada para guru dalam meningkatkan kualitas guru terkait pemahaman pembelajaran daring.

“Di tahun ajaran 2020/2021ini, dalam evaluasi dan rapat kerja guru, kami sudah melakukan peningkatan kapasitas guru dengan materi peningkatan pembelajaran daring. sehingga hasilnya pembelajaran saat ini sudah berjalan lancar karena para guru sudah dibekali dengan beberapa model pembelajaran,” lanjutnya.

Terkait penggunaan aplikasi dalam pembejaran daring, Romo Stef Mau mengatakan bahwa pihaknya mempertimbangkan soal aplikasi yang bisa diakses dan mudah dipahami oleh siswa.

“Terkait aplikasi yang digunakan ada beberapa seperti aplikasi WhattsApps (WA) Grup, Zoom dan beberapa lainnya. Tapi itu dikembalikan kepada para guru karena menyangkut dengan kesiapan siswa dalam mengakses pembelajaran daring ini,” tuturnya.

Pada tempat sama, Salah satu Guru SMAK Giovanni Kupang, Agnes Sadipun mengatakan, untuk meminimalisir kendala pembelajaran daring, para guru selalu berusaha untuk terus melakukan inovasi-inovasi mengikuti situasi terkini pembelajaran daring.

“Kendala belajar dari rumah (BDR) tentunya ada, namun itu sudah menjadi tugas kami sebagai guru untuk mendeteksi dan melihat karakter anak, kondisi rumah dan kondisi orang tua,” ungkapnya.

Tujuannya adalah agar dalam penerapan aplikasi dalam pembejaran bisa tepat sesuai dengan kesiapan kelas yang akan melakukan proses BDR.

Dalam melakukan pemantauan, jelasnya, awalnya guru melakukan komunikasi dengan siswa lewat WA untuk mengetahui latar belakang siswa tersebut.

“Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui aplikasi apa yang mau digunakan dalam pembelajaran daring dalam kelas tersebut. Sebab di SMAK Giovanni, aplikasi yang kami gunakan setiap kelas berbeda-beda, ada kelas yang menggunakan google classroom, ada yang menggunakan WhatsApp, Zoom dan ada juga yang kita gunakan goole meet sehingga per kelas itu beda-beda,” jelasnya.

Dirinya juga menggungkapkan bahwa untuk mata pelajaran kelas asuhannya, menggunakan WA Grup.

“Aplikasinya ringan dan semua anak pasti punya WA dan di WA juga ada kemudahan, yang mana kita sebagai guru bisa melihat siapa yang sudah membaca dan siapa yang belum membaca karena aplikasi seperti Zoom dan google classroom biasa terkendala soal jaringan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dirinya mengapresiasi Kepala Sekolah SMAK Giovanni Kupang, RD. Stef Mau yang selalu terus memotivasi para guru untuk tidak patah semangat dalam memberikan pembelajaran ke semua peserta didik apapun kondisinya. (DN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan