oleh

Terkait Jalan Dadawea Pomamana, Ini Penjelasan Kadis PUPR Ngada

RADARNTT, Bajawa – Peningkatan jalan Dadawea-Pomamana menggunakan sumber dana APBD-DAU, hingga batas kontrak berakhir bahkan diadendum juga belum selesai dikerjakan oleh pihak CV. Gatra Mandiri.

Ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/1/2020) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Ngada, Silvester Tewe mengatakan proyek jalan Dadawea-Pomamana sudah mencapai 48 hingga 50 persen.

“Masa kontrak pertama sejak 10 Juli hingga 6 Desember belum selesai. Maka, kita lakukan adendum kedua yakni sejak 6 Desember hingga 31 Desember 2019. Ternyata belum juga selesai,” ujar Tewe.

Lanjut Silvester Tewe, dengan pembangunan fisik yang belum selesai, kita cek kembali pada rekanan apakah bersedia untuk melanjutkan pekerjaan pada tahun anggaran yang berikut. Memang ada regulasi yang mengatur tentang bagaimana caranya menyelesaikan pekerjaan yang tidak selesai sampai 31 Desember. Ia menjelaskan:

Pertama, harus ada kesediaan dari rekanan membuat pernyataan kesanggupan. Apakah bisa menyelesaikan atau tidak.

Kedua, waktu yang diselesaikan dibatasi sampai dengan 90 hari kelender.

Ketiga, harus ada pernyataan kesediaan untuk dikenakan denda. Misalkan fisik tadi sudah 50 persen. Jadi, mulai dari tanggal 1 Januari 2020 kami sudah mulai hitung denda. 1(satu) per mil kali waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan yang sisa tersebut.

Keempat, tidak boleh menuntut ganti rugi apabila terdapat keterlambatan pembayaran tahun berikut.

Pantauan media ini di lokasi, Selasa, (7/1/2020) sejumlah kendaraan damtruk terlihat sudah mulai turunkan bahan material seperti pasir dan batu.

Berdasarkan papan proyek anggaran pembangunan jalan Dadawea–Pomamana sebesar Rp 2.981.576.249,84.

Seperti dikabarkan sebelumnya, Kepala Desa Ratogesa Atanasius Paru dengan nada sedikit marah karena proses pekerjaan tersebut tidak selesai tepat waktu.

“Jika musim hujan tiba masyarakat saya di wilayah Pomamana dan Turetogo tidak bisa jalankan aktifitas mereka. Apa lagi wilayah tersebut penghasil moke putih,” ujar Paru. (FX/RN)

Komentar