oleh

UPG 1945 NTT Segera Berikan Lolos Butuh untuk Lanny Koroh

RADARNTT, Kupang – DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memediasi konflik antara Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT dengan Dr. Lanny Koroh, M.Hum dan telah disepakati bahwa pihak UPG 1945 memenuhi permintaan Dr. Lanny Koroh untuk mendapatkan keterangan lolos butuh.

Lembaga pendidikan UPG 1945 sebagai aset publik dan ibu Dr. Lanny Koroh juga merupakan aset pendidikan di daerah maka permasalahan internal ini segera diselesaikan secara kekeluargaan paling lambat satu minggu. Demikian tegas Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Mohammad Ansor.

“Paling lambat satu minggu sudah diselesaikan secara damai,” tegas Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Mohammad Ansor, saat memulai Rapat Gabungan Komisi V dan Komisi II DPRD Provinsi NTT Rabu, (4/3/2020) pagi di Ruang Kelimutu.

Rapat dipimpin Wakil Ketua Komisi V Muhammad Ansor dan Ketua Komisi II Kasimirus Kolo, dihadiri Wakil Ketua DPRD NTT Petrus Christian Mboeik, para Anggota Komisi II dan V, Dinas Nakertrans dan Koperasi Provinsi NTT, pihak UPG 1945 yang diwakili Wakil Rektor III, Uly Riwu Kaho, dan Dr. Lanny Koroh.

Ketua Komisi II, Kasimirus Kolo menjelaskan bahwa kedua belah pihak harus bersepakat untuk menyelesaikan masalah ini secara baik, ia menyarankan agar membangun komunikasi secara baik di lembaga UPG 1945 agar masalah ini segera diselesaikan secara kekeluargaan dan win-win solution.

“Perlu membangun komunikasi secara baik di lembaga UPG agar masalah diselesaikan secara kekeluargaan dan win-win solution,” kata Kasimirus Kolo.

Menurut dia masalah ini tidak perlu lagi dibawa keluar tetapi diselesaikan secara internal dan memenuhi hak dan kewajiban masing-masing pihak.

Pada kesempat itu, Wakil Rektor III UPG 1945, Uly Riwu Kaho menyampaikan terima kasih kepada pihak DPRD Provinsi NTT yang sudah memfasilitasi pertemuan dan akan segera memanggil ibu Lanny Koroh untuk menyelesaikan masalah ini dengan baik.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada DPRD yang sudah memfasilitasi pertemuan,  kami akan segera memanggil ibu Lanny Koroh untuk menyelesaikan masalah ini,” ujar Uly Riwu Kaho. (TIM/RN)

Komentar