oleh

Urgensi Penyederhanaan Mata Pelajaran Sekolah Dasar

-News-591 views

RADARNTT, Kupang – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat dalam pertemuan resmi saat kunjungan kerja ke daerah-daerah selalu menyampaikan gagasan akan melakukan penyederhanaan kurikulum dengan memberlakukan tiga mata pelajaran saja di jenjang pendidikan Sekolah Dasar pada tahun 2021 mendatang.

Tiga mata pelajaran itu yakni Matematika untuk menganalisis logika dan kemampuan berhitung, Bahasa Indonesia untuk pengucapan kalimat bahasa baku sesuai ejaan yang disempurnakan (eyd), serta Bahasa Inggris untuk menghadapi persaingan global dan dunia internasional.

Dekan FKIP Unika Widya Mandira Kupang, Dr. Damianus Talok, MA, mengatakan jika dilihat dari teori kecerdasan, manusia memiliki beberapa kecerdasan: kecerdasan matematis, kecerdasan linguistik, kecerdasan kinestetik, kecerdasan interpersonal, dan lainnya. Sehingga menurutnya, Gubernur NTT melihat dua teratas yang langsung berkaitan dengan pembangunan intelektualitas seseorang.

Bisa saja ini baik, tetapi harus didahului oleh kajian dan persiapan yang matang. Kajian bisa saja berkaitan dengan kurikulum nasional dan teori-teori lain yang berkontribusi pada pembangunan jati diri manusia. Tentu bukan saja ilmu, tapi juga karakter. Karakter seseorang tidak dapat dibangun dari dua kecerdasan tersebut di atas (matematis dan linguistik). Selain itu, kata Dami Talok, persiapan berkairan dengan implemenrasi Proses Belajar Mengajar juga menjadi soal besar.

“Jadi bagi saya jangan terburu buru. Saya yakin pak Gub tidak terburu buru. Beliau juga tentu berpikir agar anak didik kita memiliki kecerdasan dasar matematis dan linguitik tapi juga memiliki karakter yang baik,” tegas Dami Talok, via seluler, Selasa (28/7/2020).

Di Indonesia, kata Talok, karakter bisa disumberkan pada nilai-nilai keagamaan dan juga pandangan dan filsafat hidup berbangsa dan bernegara.

“Ada dua rumpun “ilmu” yang harus jadi konsiderans pak Gub. Satu, kecerdasan dasar dan kedua, karakter yang erat dengan nilai-nilai keimanan dan juga wawasan kebangsaan. Ilmu tidak cukup. Karakter harus. Karakter imani dan kebangsaan,” tegas Dami Talok.

Sementara, Pakar Manajemen Pendidikan Universitas Tribuana Kalabahi, Dr. Fredrik Abia Kande, M.Pd. mengatakan kalau sekedar sebuah pendapat atau pandangan, saya kira tidak masalah. Karena itu hak beliau sebagai Gubernur. Akan tetapi kurikulum pada semua jenjang harus dibangun atas prinsip-prinsip yang benar, dan harus dilihat pula secara integratif dengan kurikulum pada jenjang PAUD, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.

Kurikulum Sekolah Dasar, menurut Fredrik Kande, sebaiknya tidak terlalu menekankan pada aspek akademik melainkan pada aspek karakter. Karena di tingkat Sekolah Dasar itu kita meletakkan fondasi bagi tumbuh kembang anak.

“Jika ingin pada tiga mata pelajaran tersebut (Matematika, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia) maka ketiganya hanya dilihat sebagai pendekatan dalam berpikir dan latihan berperilaku saja dan bukan mata pelajaran, oleh karena saat ini sudah ada yang bersifat tematis. Pembelajaran terpadu yang menggabungkan beberapa mata pelajaran ke dalam tema-tema,” tegas Kande, via seluler, Rabu (29/7/2020).

Mengacu pada Kurikulum 2013 (K13), maka inti dari Kurikulum 2013, adalah ada pada upaya penyederhanaan, dan tematik-integratif. Kurikulum 2013 disiapkan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi masa depan. Karena itu kurikulum disusun untuk mengantisipasi perkembangan masa depan.

Titik beratnya, bertujuan untuk mendorong peserta didik mampu dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mempresentasikan, apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran. Adapun obyek yang menjadi pembelajaran dalam penataan dan penyempurnaan kurikulum 2013 menekankan pada fenomena alam, sosial, seni, dan budaya.

Melalui pendekatan itu diharapkan siswa kita memiliki kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif, sehingga nantinya mereka bisa sukses dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan di zamannya, memasuki masa depan yang lebih baik.

Pelaksanaan penyusunan kurikulum 2013 adalah bagian dari melanjutkan pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang telah dirintis pada tahun 2004 dengan mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu, sebagaimana amanat UU 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada penjelasan Pasal 35, di mana kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan