oleh

Usir Dirut Inalum, FKM Flobamora kecam Muhammad Nasir

-Nasional, News-11.351 views

RADARNTT, Jakarta – Wakil Ketua DPP Forum Komunikasi Masyarakat (FKM) Flobamora Fridrik Makanlehi mengkritik dan mengecam keras Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Muhammad Nasir yang telah mengusir dan mengucapkan kata-kata kasar kepada Direktur Utama (Dirut) PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) Orias Petrus Moedak.

Fridrik mengecam keras Muhammad Nasir yang tidak beretika dalam mengungapkan kata kasar (kurang ajar) kepada Dirut Inalum di forum rapat dewan yang terhormat.

Fridrik menjelaskan, Rapat Dengar Pendapat (RDP) merupakan rapat terbuka yang disaksikan oleh semua orang, sehingga setiap Anggota DPR bisa saja menampilkan kemampuannya untuk mendapatkan apresiasi dari orang lain, seperti yang dilakukan Muhammad Nasir

Sebelumnya, pengusiran dan pengucapan kata kurang ajar kepada Dirut Inalum terjadi pada saat RDP Komisi VII DPR RI yang berlangsung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2020) lalu.

“RDP ini kan rapat terbuka, ya setiap anggota DPR menunjukan kemampuannya untuk mendapatkan apresiasi dari konstituennya. Namun yang dilakukan M. Nasir ini, hanya mencari sensasi publik atau mencari panggung politik. Ya silakan saja, Itu urusanmu untuk cepat dikenal dan terkenal. Namun gunakanlah etika sopan santun dalam berkata-kata kepada Putera NTT,”kata Fridrik kepada media ini Sabtu, (4/7/2020).

Disisi lain “Mungkin, beliau tidak mendapatkan tempat/panggung politik makanya momen seperti ini digunakan untuk menunjukan aksinya. Apalagi mengucapkan kata kasar yang tidak sopan dan juga mengusir orang pintar di Rumah rakyat,” ucapnya.

Lanjutnya, sebagai Pemuda NTT, “Pasti saya ikut merasakan sakit dong, masa orang tua NTT dikatai kata kurang ajar, Kami sebagai generasinya hanya jadi penonton saja. Kami juga meminta Muhammad Nasir cepat minta maaf kepada Dirut Inalum,” tegas Fridrik.

Menurut Fridrik, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dan Dewan Pengurus Pusat Partai Demokrat juga harus angkat bicara dan tidak boleh membiarkan kadernya merusak wibawa, harkat, martabatnya sebagai DPR.

“Kami putera NTT meminta MKD dan Mahkamah Partai Demokrat harus menegur Muhammad Nasir yang tidak beretika, tidak sopan dalam mengeluarkan kata kurang ajar kepada pak Petrus juga putera NTT. Jika pak Petrus kurang ajar, kenapa beliau bisa jadi Dirut Inalum?. Bapak Muhammad Nasir sedang sadar atau gak,” tutur Fridrik.

Fridrik juga menegaskan bahwa ini bukan masalah karena sesama orang NTT, tetapi terkait etika komunikasi pejabat publik yang harusnya menjadi panutan masyarakat. “Kata dan sikap seorang anggota DPR seperti ini sangat tidak pantas, melenceng dari substansi dan emosional,” tegasnya. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan