oleh

Balai Disabilitas Efata Kupang, Beri Bantuan kepada Keluarga ODGJ di Manggarai Timur

RADARNTT, Borong – Kepala Dinas Sosial Kabupaten Manggrai Timur Mikael Jaur mendampingi petugas dari Balai Disabilitas Efata Kupang menyalurkan bantuan kepada keluarga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Liang Lesong, Desa Watu Mori, Kecamatan Rana Mese Kabupaten Manggarai Timur, Kamis (29/7/2021).

Bantuan yang disalurkan berupa sepasang anakan ternak Babi, beras 50 kilogram dan barang sembako lainnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Timur, Mikael Jaur merasa sangat berterimakasih kepada Balai Disabilitas Efata Kupang, yang hadir di tengah masyarakat yang diwakili oleh pak Egilius Adit.

Dikatakan Kadis Jaur bahwa untuk saat ini masyarakat Manggarai Timur yang memiliki sakit dengan gangguan jiwa, semula berjumlah 500 orang, sekarang naik menjadi 600 orang.

“Tahun ini jumlah masyarakat yang mengalami gangguan jiwa sebanyak 600 orang. Jumlah ini sangat tinggi. Sebetulnya kita harus punya rumah rehabilitasi atau rumah sakit jiwa,” ungkap Kadis Jaur.

Jaur juga mengatakan bahwa bantuan yang disalurkan kepada keluarga ODGJ hendaknya digunakan dengan baik. Lanjutnya, bantuan anakan babi itu untuk dipelihara dengan baik.

“Bantuan anakan babi untuk dipelihara dengan baik. Diberikan sepasang agar nantinya bisa berkembang biak, sebagai penghasilan keluarga,”tutur Kadis Jaur.

Sementara itu, Egilius Adit, perwakilan dari Balai Disabilitas Efata Kupang pada saat menyerahkan bantuan megaku bahwa untuk saat ini Balai Disabilitas Efata Kupang telah menyalurkan bantuan kepada sembilan orang yang tersebar di kabupaten Manggarai Timur.

“Diantaranya ada delapan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan satu (1) orang disabilitas Daksa. Daksa itu adalah cacat tubuh, itu ada di kampung Sola. Sedangkan Desa Watu Mori sendiri ada tiga orang dalam dua keluarga. Keluarga yang kita datangi, Bapak Maksimus Abu, istri dan anaknya, kemudian keluarga Bapak Stefanus Kanur,” tutur Egi.

Dikatakan Egi bahwa bantuan yang disalurkan itu berupa respon darurat untuk memenuhi kebutuhan mendasar seperti kebutuhan sandang dan pangan. Tetapi, ODGJ yang menunjukkan gejala secara diagnosa medis bisa berinteraksi sosial dan sudah membaik, kata dia, Balai Disabilitas Efata akan memberikan bantuan berupa modal usaha.

“Harapannya ke depan, semoga dengan rutinitas aktivitas itu bisa menghantarkan dia pada suatu penyembuhan secara total,” tukas Egi.

Dikatakannya, terkait dengan upaya pengobatan ODGJ, Balai Disabilitas Efata Kupang, UPT Kementrian Sosial, di bawah direktorat jenderal penyandang dan stabilitas direktorat rehabilitasi sosial, Balai Disabilitas Efata Kupang sebatas menangani Rehabilitasi Sosial.

Sedangkan untuk aspek medisnya, kata Egi, akan berkolaborasi dan bersinergis dengan dinas kesehatan Kabupaten Manggarai Timur, sampai tingkat bawah di Pustu.

“Angka penyandang ODGJ dan Disabilitas di kabupaten kita ini sudah meningkat dan tentu saja sudah sangat memenuhi standar untuk bisa hadir rumah rehabilitas atau Rumah Sakit Jiwa,” tutupnya.

Sementara itu, di tempat yang sama, Kepala Desa Watu Mori, Kondradus Eku merasa sangat berterimakasih kepada pemerintah daerah dan Balai Disabilitas Efata Kupang yang memperhatikan warganya.

Lanjut Kondradus mengatakan bahwa, di desa yang ia pimpin terdapat dua keluarga yang sudah mendapat bantuan.

“Ada dua keluarga, sebelumnya keluarga ODGJ Stefanus Kanur, dan sekarang (eluarga ODGJ Bapak Maksimus Abu.Red). Mereka mendapat bantuan yang sama. Mereka diberi modal usaha berupa sepasang anak Babi. Tentu ini sangat bermakna,” terangnya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat melalui Balai Efata Kupang. “Terima kasih kepada Pemda melalui Dinas Sosial, Pemerintah Pusat melalui Balai Disabilitas Efata Kupang, telah membantu Masyarakat kami di Watu Mori,” tutupnya.

Mendapat bantuan dan kunjungan dari pihak Pemda dan Balai Disabilitas Efata Kupang siang itu, Maksimus Abu, selaku kepala keluarga merasa senang dan bangga mendapat perhatian khusus dari pemerintah.

“Terima kasih kepada Balai Efata Kupang, Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Timur yang telah memberikan bantuan bagi keluarga kami ini,” tutup Maksimus. (GN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan