oleh

Berdayakan Ekonomi Rakyat, Pemda Alor Alokasi BKK Rp6 Miliar Setiap Tahun

-News-363 views

RADARNTT, Kalabahi – Untuk membantu program pemberdayaan ekonomi produktif masyarakat di 158 Desa dan 17 Kelurahan yang tersebar di 18 Kecamatan, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Alor mengalokasikan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) mencapai Rp6 miliar setiap tahun angaran.

“Setiap tahun akan dialokasikan satu desa di kecamatan dan satu kelurahan di Kecamatan itu akan dapat. Selama saya duduk lima tahun ini, semua desa/kelurahan akan dapat ini bantuan. Sehingga lima tahun saya duduk itu, desa di kecamatan itu dan kelurahan di kecamatan itu sudah semua dapat,” demikian Bupati Alor Amon Djobo pada Acara Penyerahan BKK Program Gemma Mandiri Jilid II Alor Kenyang, Alor Sehat, Alor Pintar di Desa Lippang Kecamatan Alor Timur Laut Tahun Anggaran 2021, di Aula Kantor Desa, Jumat (10/9/2021).

Lebih lanjut Bupati Alor mengatakan, uang ini adalah uang masyarakat yang dikembalikan kepada masyarakat untuk usaha produktif yang bapak, mama sudah rencanakan bersama kepala desa lalu dinaikan ke Kecamatan dan diverifikasi.

Bantuan ini menurut Bupati Djobo, nilainya kecil tetapi bapak mama penerima harus perbungakan uang ini sesuai usaha yang dikerjakan sehingga menjadi nilai yang besar untuk kehidupan bapak, mama ke depan.

“Uang ini tidak cuma-cuma diberikan tapi uang ini harus digunakan dan diperbungakan sesuai usaha yang direncanakan sehingga dapat memberi hasil. Ingat itu,” ujar Bupati.

Ia mencontohkan beberapa KK penerima di Pulau Pura dan di Desa Belemana yang mana ada penerima bantuan yang sama ini usahanya telah berkembang baik usaha perkiosan dengan usaha jualan Es sampai usaha kiosnya telah berkembang maupun di di Desa Belemana yang usaha ternak kambing dan saat ini telah berkembang hingga puluhan ekor.

Dari pengalaman beberapa penerima yang berhasil tersebut, diharapkan dari 40 KK penerima di Desa Lipang hari ini, paling tidak sekitar 30 sampai 35 orang harus berhasil mengelola bantuan ini.

“Usaha ini betul betul di rumah tangga bapak, mama sendiri. Untuk itu usaha baik-baik sudah sehingga beberapa penerima yang punya keberhasilan tadi saya contohkan tadi menjadi catatan bapak, mama dalam bekerja mengelola usaha yang bapak, mama telah rencanakan,” harap Djobo.

Pada tempat yang sama Kepala Bapelitbang Kabupaten Alor, Obeth Bolang, menjelaskan, dana BKK adalah kebijakan Bupati Alor di periode pemerintahan 2019 – 2024 . Karena itu, setelah dilakukan evaluasi maka kebijakan yang luar biasa yang berhikmat dari Bapak Bupati untuk bagaimana memberikan dana bantuan keuangan khusus ini.

“Kebijakan ini di 22 kabupaten kota di NTT itu hanya adanya di Alor, di kabupaten kota lain tidak ada. Luar biasa, “ jelas Bolang.

Bolang juga menjelaskan, dana keuangan khusus ini hibah putus. artinya dana ini diberikan secara cuma cuma kepada calon penerima tanpa pengembalian.

“Jadi dana BKK ini untuk per desa sebesar 200 juta dan untuk kelurahan sebasar 150 juta. Di satu kecamatan itu setiap tahun dialokasikan 1 desa, dan kacamatan yang ada kelurahan dalam satu tahun 1 kelurahan untuk 17 kecamatan, kecuali Kecamatan ABAD selatan yang baru di 11 Pebruari nanti 2022 baru ada di 18 kecamatan,” jelasnya.

“Untuk Tahun 2021 ada 17 desa di 17 Kecamatan, dimana 200 juta tiap desa di kali 17 kecamatan kemudian di 17 kelurahan di 17 kecamatan di kali 150 juta. Total untuk tahun 2021 itu ada sebesar Rp5.950 juta yang dialokasikan hanya khusus untuk memberikan dana bantuan seperti ini yakni untuk pemberdayaan ekonomi yang mengacu pada bagaimana mewujudkan Program Gemma Mandiri dengan tiga pilar percepatan pembangunan yakni Alor Kenyang, Alor Sehat dan Alor Pintar. Lebih khusus kepada Alor Kenyang,” jelas Bolang.

Kasubag Komunikasi Pimpinan Marthen J Manilau, dalam siaran persnya yang diterima media ini, Minggu (12/9/2021) menjelaskan bahwa , dana BKK untuk perbedayaan masyarakat tiap desa mendapat alokasi sebasar Rp200 juta dan kelurahan sebesar Rp150 juta. Untuk tahun anggaran 2020/2021 BKK yang tersalur sudah sebanyak 54 desa/kelurahan dari 158 desa, 17 kelurahan di Kabupaten Alor.

Sementara Camat Alor Timur Laut, Tertius Lanmai, pada acara penyerahan Bantuan Keuangan Khusus dalam sapaan menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Alor, Amon Djobo bersama Kepala Bapelitbang Kabupaten Alor, Obeth Bolang dan juga Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Ignasius Laga Sani, telah dituntun dan dipelihara Tuhan melampaui, melewati topografi wilayah yang demikian sulit, boleh berada di disini dalam suasana sehat walafiat bertemu dengan masyarakat di Desa Lippang, Kecamatan AlorTimur Laut.

Camat Lanmai juga mengatasnamakan masyarkat menyampaikan terima kasih atas kebijakan peletakan pembangunan dan pelayanan melalui kepemimpinan dua periode melalui Program Gemma Mandiri yang mana masyarakat di wilayah Kecamatan Alor Timur merasakan dampaknya.

“Atas nama masyarakat di Desa Lippang dan juga tiga desa di Kecamatan Alor Timur Laut yang berada di pegunungan Kecamatan Alor Timur Laut kami menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada Bapak Bupati Alor atas kebijakan pelayanan pembangunan dan pelayanan pemerintahan di dua periode kepemimpinan bapak ini melalui program Gemma Mandiri. Sehinnga tadi bapak (Bupati Alor – Red) tadi melewati jalan yang ditempuh sepanjang dari Bukapiting ke sini (Desa Lippang), sudah beda dengan jalan pada waktu 5, 6 tahun lalu semenjak saya bapak percayakan bergelut bersama sama dengan masyarakat menghadapi topografi wilayah dan kesulitan -kesulitan yang kami hadapi. Sudah kami rasakan banyak kebijakan-kebijakan yang bapak letakkan untuk melayani kami di sini sebagai pemenuhan dari pada program kegiatan yang bapak buat dalam konteks Alor Kenyang, Alor Sehat dan Alor Pintar, cukup kami rasakan, “ ujar Lanmai.

Hadir pada Acara penyerahan bantuan tersebut, Kepala Bapelitbang Kabupaten Alor, Obeth Bolang, S.Sos. Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Alor, Ignasius Laga Sani, S. Sos. M.AP, Camat Alor Timur Laut, Tertius Lanmai, SH, Kepala Desa Lipang, David L. Tande, Ketua BPD Desa Lipang bersama anggota, Koordinator Pendamping BKK, Jefri Senlau, S. Com bersama pendamping, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan masyarakat penerima BKK.

Informasi untuk diketahui, penyerahan berlangsung secara simbolis bertempat di Kantor Desa Lippang kepada perwakilan peserta penerima BKK yang diserahkan oleh Bupati Alor Drs. Amon Djobo, diikuti selanjutnya oleh Kepala Bapelitbang Kabupaten Alor, Obeth Bolang, S. Sos, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Alor, Ignasius Laga Sani, S. Sos. M.AP, selanjutnya Camat Alor Timur Laut, Tertius Lanmai, SH dan Kepala Desa Lipang, David L. Tande, Ketua BPD Desa.

40 Kepala Keluarga penerima BKK masing masing menerima uang tunai senilai Rp. 5 juta sesuai dengan proposal bidang jenis usaha yang diusulkan yang mana untuk Desa Lipang beberapa jenis usaha yang akan dikembangkan antara lain, usaha pertanian, perbengkelan, ternak, dan usaha perkiosan.

Serah terima BKK berlangsung dalam pengetatan protokol kesehatan dengan 3M yakni mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak. (PKP/TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan