oleh

BMKG Peringatan Dini Ancaman Bencana Kekeringan di NTT

-News-504 views

RADARNTT, Kupang – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang mengeluarkan peringatan dini potensi kekeringan metereologis di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Umumnya semua daerah sudah masuk level siaga dan awas, hanya 13 kecamatan di lima kabupaten yang level waspada.

“Saat ini, Zona Musim di Provinsi NTT sudah berada dalam periode musim kemarau berdasarkan Monitoring Awal Musim Kemarau update 10 Agustus 2021. Diperlukan kewaspadaan terkait ancaman bencana kekeringan,” demikian dijelaskan BMKG dalam rilis tertulis.

Menurut Analisis Data Hari Tanpa Hujan (HTH) hingga update 10 Agustus 2021 menunjukkan bahwa pada umumnya wilayah NTT mengalami Hari Tanpa Hujan dengan kategori Sangat Panjang (31 – 60 hari)
hingga Ekstrem Panjang (>60 hari).

Prakiraan peluang curah hujan menunjukkan bahwa pada umumnya wilayah NTT diperkirakan akan mengalami curah hujan sangat rendah (kurang dari 20 mm/dasarian) dengan peluang 71 – 100 persen. Kedua kondisi ini memenuhi syarat untuk dikeluarkan peringatan dini.

BMKG juga mengingatkan, untuk daerah-daerah dengan status peringatan dini kekeringan meteorologis, level siaga dan awas perlu melakukan langkah antisipasi diantaranya: Budidaya pertanian yang tidak membutuhkan banyak air, waspada kebakaran hutan, lahan dan semak, dan hemat penggunaan air bersih.

Semua daerah sudah masuk level siaga dan awas bencana kekeringan, hanya 13 kecamatan di lima kabupaten yang level waspada, yaitu: Lewolema di Flores TImur; Boleng, Lembor, Mbeliling, Sano Nggoang dan Welak di Manggarai Barat; Borong di Manggarai Timur; Keo Tengah, Nangaroro dan Wolowae di Nagekeo; Kota Tambolaka, Loura dan Wewewa Selatan di Sumba barat Daya. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan