oleh

BMKG Prediksi Musim Hujan di NTT Datang Bulan November 2021

-News-613 views

RADARNTT, Kupang – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) akan mengalami musim hujan di Atas Normal (lebih besar). Di antaranya yaitu, wilayah Manggarai Barat bagian utara, Manggarai bagian utara, Manggarai Timur bagian utara, Ngada bagian utara, Timor Tengah Selatan bagian selatan, Malaka bagian selatan, Kupang bagian utara, Timor Tengah Utara bagian barat.

Untuk itu, BMKG – Stasiun Klimatologi Kupang menghimbau pemerintah daerah setempat dan masyarakat untuk mewaspadai, mengantisipasi dan melakukan aksi mitigasi lebih awal guna menghindari dan mengurangi risiko bencana. Puncak musim hujan periode 2021/2022 sendiri diprediksi akan terjadi pada bulan Februari 2022.

“Dari total 23 Zona Musim (ZOM) di Nusa Tenggara Timur, sebanyak 4,3 persen ZOM diprediksi akan mengawali Musim Hujan pada Oktober 2021, meliputi Manggarai Barat bagian utara, Manggarai bagian utara, Manggarai Timur bagian utara dan Ngada bagian utara. Kemudian 65.3 persen ZOM pada November 2021, meliputi Manggarai Barat bagian barat dan tenggara, Manggarai bagian selatan, Manggarai Timur bagian selatan, Ngada bagian tengah, selatan dan tenggara, Nagekeo, Ende, Sikka bagian selatan, Flores Timur bagian barat daya, Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Tengah bagian selatan, Sumba Timur bagian selatan, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu dan Malaka,” demikian dijelaskan Kepala Stasiun BMKG – Stasiun Klimatologi Kupang, Rahmatulloh Aji.

Sementara itu, sebanyak 30.4 persen ZOM lainnya pada Desember 2021, meliputi Sikka bagian utara, Flores Timur bagian barat laut dan utara, Adonara, Solor, Lembata, Pantar, Alor, Sumba Tengah bagian utara, Sumba Timur bagian utara, Sabu Raijua dan Rote Ndao.

Jika dibandingkan terhadap rerata klimatologis Awal Musim Hujan pada periode 1981-2010, maka Awal Musim Hujan 2021/2022 di wilayah Nusa Tenggara Timur diprakirakan MAJU pada 2 ZOM (8.7 persen), SAMA pada 13 ZOM (56.5 persen), dan MUNDUR pada 8 ZOM (34.8  persen).

Secara umum, sifat hujan selama Musim Hujan 2021/2022 diprakirakan NORMAL atau sama dengan rerata klimatologisnya pada 20 ZOM (87.0 persen) dan sejumlah 3 ZOM (13.0 persen) akan mengalami kondisi musim hujan ATAS NORMAL (lebih basah dari biasanya).

Saat ini El Niño-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) sama-sama dalam keadaan Netral. Keduanya adalah faktor iklim penting yang mempengaruhi terhadap variabilitas curah hujan di Indonesia, terutama pada skala waktu inter-annual.

Namun, berdasarkan pemantauan parameter anomali iklim global oleh BMKG dan institusi-institusi internasional lainnya, terdapat indikasi/peluang bahwa ENSO Netral akan berkembang menjadi La Nina pada akhir tahun 2021. Sementara itu, Indian Ocean Dipole Mode (IOD) Netral diprediksi bertahan setidaknya hingga Januari 2022.

“Masyarakat diharapkan untuk lebih mewaspadai kejadian cuaca ekstrem seperti hujan es, hujan lebat disertai kilat dan petir, dan angin puting beliung jelang masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Tidak hanya bencana, perubahan cuaca yang tidak menentu bisa membuat imunitas seseorang melemah sehingga menjadi rentan terkena penyakit. Periode musim hujan juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menambah luas tanam, melakukan panen air hujan, dan mengisi waduk/danau yang berguna untuk periode musim kemarau tahun depan,” tegasnya. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan